Cerita Sex

Cerita Sex Niki Gadis Yang Imut

Sejak masih di bangku 1 SMP, Niki sudah terlihat cantik. Dulu tubuhnya mungil. Berkulit putih bersih. Di antara cewek sekelasnya kecantikannya paling menonjol. Niki menjadi pusat perhatian juga karena kecerdasannya. Itu diakui oleh temanteman dan para guru. Tetapi kekurangan Niki adalah, dia cewek pemalu. Tidak PD. Bila didekati cowok, salting (salah tingkah) . Karena kekurangannya ini, Niki tak punya banyak teman cowok. Meskipun sebenarnya banyak yang naksir berat sama dia.

Diamdiam ada salah seorang gurunya menaruh hati pada cewek mungil ini. Pak Gun, yang di usia 40 masih sendiri. Bujang Lapuak, kata orang Minang. Sebagai guru, dia tahu diri, sadar usia, maka yang bisa dilakukan hanya sebatas menggoda atau kadangkadang memberi tugas ringan, mengambilkan tas di kantor atau disuruh foto kopi soal di koperasi sekolah.

Bagi Pak Gun, yang penting bisa dekat, bisa bicara dan kalau bisa, . sedikit menyentuh tangannya atau mencubit pipinya. Itu sudah cukup. Begitu terus sampai kelas tiga dan lulus, Pak Gun belum berhasil pedekate. Bahkan sampai lulus!!!

Di mata para siswa, dia guru yang menyenangkan, berjiwa muda, pandai bikin lelucon segar saat mengajar dan .. murah hati. Maka ketika mereka sudah lulus, masih sering mengunjungi rumah Pak Gun yang tinggal di situ ditemani ibunya yang sudah lanjut usia. Tidak heran jika acara reuni pertama mereka setelah 3 tahun meninggalkan SMP tercinta, diselenggarakan di rumah Pak Gun. Sederhana tetapi meriah. Acara demi acara lancar dan meninggalkan kesan yang mendalam. Hampir seluruh siswa hadir. Tidak terkecuali NIKI. Pak Gun belum melupakan Niki. Guru jomblo itu masih memegang teguh tekadnya untuk mendapatkan Niki.

Baca Juga: Birahi Muda Mudi

Acara reuni sudah selesai. Sudah banyak yang pulang. Pak Gun berusaha menahan sebentar agar cewek pujaannya itu tidak pulang dulu. Bujangan tua ini sudah menyiapkan trik menarik, dia berharap bisa berhasil.

Niki, jangan pulang dulu. Sebentaaaaaaar saja.
Ada, apa Pak. Niki menahan langkahnya di tangga teras.
Mumpung kamu pakai pakaian cantik, aku mau ambil gambarmu.
Ah, Niki malu, Pak! Niki langsung sembunyi di balik tubuh Dea yang ada di dekatnya. Tetap saja dia masih pemalu.
Dewi, Sumi dan Andre, temani Niki. Dia malu foto sendirian. Masih terasa wibawa Pak Gun sebagai guru.

Beberapa anak bergaya di depan kamera. Tetapi Pak Gun hanya meng close up Niki saja. Mereka nggak tahu tipuan itu..

Selesai foto mereka keluar dari teras menuju motor masingmasing. Pak Gun melambai ke Niki juga. Dia membocengkan Dea, sahabat dekatnya. Akhirnya rumah itu sepi. Tetapi Pak Gun masih berdiri di pintu pekarangan. Ada sesuatu yang ditunggu. 2 menit, 3 menit sampai 7 menit tak ada apaapa. Pak Gun melangkah masuk, tibatiba langkahnya terhenti dan menoleh.

Dia mendengar suara sepeda motor mendekat. Pak Gun tersenyum. Pasti anak itu mau ambil helm yang sengaja disembunykan agar cewek pujaan htinya yang pemalu itu kembali saat yang lain sudah pulang.

Aduuuh, Pak, helmku di mana ya? Niki bertanya dengan cemas.
Lho, sudah sampai di mana? Kok baru ingat kalau nggak pake helm? Pak Gun purapura heran.
Garagara saya difotofoto tadi, jadi saya tertinggal temanteman. Niki cemberut, dia protes.
Aku pake topi serasa pake helm.Ternyata belum pake helm. Untung Dea mengingatkan.
Wah, sorry Niki. Betul juga kamu. Kalau masih banyak teman kan bisa bertanya . Pak Gun mencoba menenangkan kepanikan cewek cantik itu.
Masuk sana! Dicari di dalam. Seingat kamu ditaruh di mana?
Tadi di stang motor! Niki sangat yakin. Wajahnya menampakkan kecemasan.
Ya, siapa tahu ada yang meminjam tapi mengembalikan di tempat lain? Pak Gun menjawab dengan kalem.

Niki masuk kembali ke rumah. Dea ikut mencari. Pak Gun juga ikutikutan mencari. Tapi tidak ada.

Sudah, pake saja helm ku. Itu di motorku! Pak Gun menawarkan jasa.

Niki ragu sejenak, tetapi merasa lega. Minimal dia bisa pinjam dulu untuk pulang.

Pinjam dulu, ya Pak? mengambil helm yang ditunjukkan gurunya.
Bawa saja, aku punya 2 kok. Pak Gun menjawab tenang.
Tapi duduk dulu sebentar dong.

Karena merasa berhutang budi. Niki menurut dan duduk bersama Dea. Pak Gun mengumpulkan keberanian untuk memulai triknya.

Hmmmmehm..Dea dan Niki rencana mau kuliah apa kerja. Dia membuka pembicaraan.
Kerja, Pak. Dea menjawab pendek. tapi sambil sekolah.
Bagus jangan menganggur terlalu lama. Bahaya. Makin lama makin susah cari kerja.
Aku juga mau cari kerja, Pak. Tapi di mana..carikan to, Pak! Niki tampak putus asa.
Apa tujuan kamu kerja? pancing pria bujangan itu cerdik.
Ya mengembangkan ilmu yang diperoleh di sekolah. Cerdas dan tangkas Niki menyahut.
Good. Jawaban yang cerdas. Guru tua itu mengacungkan jempol supaya Niki bangga.
Kalau kamu, Dea..?
Golek duwit, Pak singkat saja Dea menjawab.
Betul, kamu Dea. Pinter. Akhirnya..ujungujungnya. Dia sengaja berhenti untuk memancing reaksi.
Duwit! Dea dan Niki menjawab bareng disusul tawa mereka meriah. Pak Gun puas. Umpan masuk!
Kamu sudah tahu kan, waktu PPL, berapa upah minimum karyawan Pak Gun menunggu.
Nggak tau, Pak Dea bingung. wajah dan otaknya memang paspasan. Mudah bingung.
Kalau yang saya dengar, 150 apa 600, nggak begitu jelas. Niki mencoba mengingat.
Ya hampir mendekati betul. Upah seminggu 150 ribu . Jika sebulan ya 600 ribu. Pak Gun memperjelas.
Wah, besar sekali. Dea heran. Pak Gun juga heran, kenapa uang segitu dianggap banyak?
Uang sekolah kita saja 100 ribu, transport 100 ribu. Ya kecil lah, Ki. Niki memprotes Dea.
Uang segitu hanya pas untuk makan, dea Pak Gun menjelaskan.
Padahal kita punya banyak kebutuhan lain.
Sudahlah, kamu memang belum perlu mikir seperti itu. Yang penting kamu kerja. Wis
Lha yo kuwi Pak, kerja apa? Beli pulsa sebulan aja sudah 50 ribu. Belum beli bedak, jajan Niki menghitung.
Ada kabar baik dan kabar buruk. Pak Gun mulai menebarkan racun.

2 cewek itu diam memperhatikan dengan serius.
Yang baik dulu apa yang buruk dulu?
Yang baik dulu Pak Dea usul tetapi dibantah oleh Niki.

Keduanya terlibat perdebatan seru. Baik dulu, apa buruk???

Sudahlah, aku beri tahu yang buruk dulu? diam sejenak.hening.serius
Aku punya lowongan kerja?
Horeeeeee..! 2 cewek itu berteriak gembira tetapi sesaat kemudian kaget sendiri terus diam.
Ini kan kabar buruk? Piye to Pak. Ada lowongan kerja kok kabar buruk Dea bingung lagi menatap gurunya penuh tanda tanya.

Cerita Mesum Niki Gadis Yang Imut

Pak Gun membiarkan keduanya tercekam rasa penasaran.

Buruknya kamu belum tentu mau kerja. Males. Enak di rumah. Ya..kan??
Ah, eng.gaklah. Kerjo kok males. Susahsusah cari kerja. Sudah dapat kok malah males. Dea ngedumel.
Itu kabar baik, Niki meluruskan. Bagiku.pekerjaan itu menyenangkan. Trus, kerja apa itu, Pak. Niki penasaran.
Lho, nggak ingin tahu kabar baiknya..? pancing Pak Gun yang membuat dua cewek lugu itu semakin penasaran terhadap gurunya yang baik hati itu.
ApaPak.hhaha.ha.. Dea tertawa senang. Yang buruk saja menyenangkan. Apalagi ini.
Ya iya lah! Niki juga penasaran.
Baiknya.. pekerjaan itu ada upahnya..
Aaaaahh..yo mestiiiiiiiiiiiiiii kedua cewek itu memukuli punggung gurunya yang nakal Senang sekali Pak Gun
Belum selesai sudah main pukul purapura dia marah,
Kalau di pabrik upahnya 600 ribu sebulan. Tetapi pekerjaan yang aku tawarkan ini upahnya cuma 200 ribu ..
Huuuuuuuuuuuuuu langsung mereka cemberut, tapi hanya sesaat karena guru itu melanjutkan,
SEHARI!Aku ulangi Se.haaaaa.ri
Haaaaaaaaa? 200 ribu rupiah sehariii? Gek kerjo opo.kuwi? spontan dan hampir bersamaan mereka bertanya
Ringan.. tidak memerlukan pikiran dan tenaga yang berat. Hanya perlu sedikit keberanian dan. tekad yang kuat. BEKERJA.DEMI UANG. Bau racun itu sedap sekali. Sewangi janji surga
Kerja apa to, Pak? Aku kok ora mudeng? Dea betul betul bingung.
Pokoknya siapa yang mau kerja, Ayo, ikut aku! Tidak bisa ditunda. Besok sudah direbut orang lain. Siapa yang mau ?
AkuPak keduanya menjawab serempak.

Mereka bingung, tapi juga takut kehilangan kesempatan.

Pak Gun membawa keduanya ke sebuah hotel melati. Dipesan satu kamar yang besar dan cukup sinar dari jendela. Di tempat itulah kedua cewek itu baru tau bahwa mereka akan difoto. Mulamula foto biasa. Masih berpakaian lengkap. Mereka bergaya dengan bangga. Selesai dua tiga cepretan. Uang 10 ribuan dibagi. Lepas sepatu dan kaos kaki, berani. Klap! Klap! Klap! Dapat 15 ribu, Artinya naik 5 ribu. Lepas baju luar, masih pakai kaos atau rangkapan dalam. Tambah lagi 5 ribu. Tak terasa sekarang tinggal Bra dan CD. Pada tahap inilah mereka mulai alot dan bertahan. Bahkan minta berhenti.

Pak Gun melambaikan lembaran uang berwarna biru kea rah Dea. Karena terus raguragu, Pak Gun menyelipkan uang itu di belahan dada Dea. Dia sudah pegang 45 ribu. Sekarang di dadanya ada 50 ribu. Wah, hampir 100 ribu. Dengan mantap Dea melepas branya. Uang itu ditaruh di dompetnya. Susunya masih kecil. Tapi bagi Pak Gun yang penting Dea berani lepas bra. Ini akan mempengaruhi Niki. Klap! Cuma sekali. BH Dea dikembalikan. Dea mengenakan kembali.

Niki berpikir. Apa susahnya? Hanya difoto sekali. Dapat 50 ribu. Lalu boleh pakai beha lagi. Pak Gun tidak menunggu Niki. Lembaran itu langsung diselipkan di belahan susu Niki. Niki raguragu sejenak dan melepas juga. Beha dilempar ke tempat tidur. Sambil memberi abaaba dan mengarahkan Niki untuk bergaya, diamdiam Pak Gun menyembuhyikan beha itu di bawah bantal. Dada Niki biasanya tampak rata jika pakai seragam itu, ternyata. Buesar! Pak Gun terpana! Klap! Klap! Dari samping Klap! Tak disangka, cewek kecil dan cantik ini menyembunyikan keindahan yangdahsyat! Niki disuruh duduk, dipotret dari atas. Klap! Benarbenar bulat dan putih.

Cerita Dewasa Terbaru Niki Gadis Yang Imut

Tanpa membiarkan Niki berpikir Pak Gun menyelipkan lembaran merah 100 ribuan ke CD Dea. Melihat Niki sudah mondarmandir dengan dadanya yang besar tanpa malumalu, Dea tumbuh keberanian. Dipelorotkannya CDnya. Tampaklah memiawnya yang masih berjembie tipis. Klap!Klap! Dea disuruh berbaring bugil. Klap! Niki mencaricari behanya, tapi tak menemukan. Kedua tangannya tak mampu menyembunyikan bukitbukit putihnya itu. Tetap tumpah ke luar. Sambil terus memotret Dea Pak Gun berpikir terus, bagaimana membujuk Niki melepas CD nya.

Aku nggak bisa Pak. Rengek Niki
Maluto Pak. Wajahnya tampak memelas.
Jangan malu, Dea yang motret dari depan. Aku di belakang kamu. Kuselipkan lembaran merah di CD putihnya.

Pak Gun menarik Niki menjauhi Dea. Kamera diberikan kepada Dea yang bingung tidak tahu caranya.

Pencet aja tombol kecil di atas itu, Yak, sekarang. Pak Gun menyemangati Dea.

Niki masih bertahan tidak mau melepaskan satusatunya penutup tubuhnya itu.

Liat, Dea tidak bisa motret. Kamu aman tidak kena. Jadi kenapa malu. Pak Gun terus membujuk sambil memegang kedua tangannya agar melepas CDnya.

Akhirnya tangan kiri Pak Gun bisa menurunkan CD sampai di atas lutut. Spontan Niki menutup kemaluannya dengan kedua tangannya.

Duuuuhhhhh.maluuuuu terus Niki merengek.

Kubisikkan di telinganya

Sssstttada tambahan uang 200 rbtapi jangan sampai Dea tahu Niki mengendorkan pertahanannya
Nanti selesai kuberikan.tapi jangan bilang Dea. Bisik Pak Gun sambil menurunkan CDnya.

Sulit tapi akhirnya lepas. Dikantonginya CD putih bertuliskan Niki di kantong celana. Kamera diambil alih.

Penampakan yang luar biasa. Impian 6 tahun kini menjadi kenyataan. Cewek cantik ini sekarang ada di hadapan Pak Gun tanpa selembar benang pun! Klap! Klap Klap! Tempiknya masih kuncup kecil dengan jembut tipis. Hmmm..imuuut banget. Dadanya bulat, putih..perut ramping kecil..

Niki, pakai 2 tangahnmu untuk membuka itumu! perintah si fotografer. Niki patuh. Di jembrengnya kemaluannya hingga nampak bagian dalamnya yang merah. Pak Gun menyuruh Niki berbaring. Klap! Pahanya mulusss. Klap! Close up lubang kemaluan. Klap!

Tahap awal sudah selesai. Uang yang dijanjikan diberikan. Dengan rasa senang dan rasa aneh, dua cewek ABG itu menerima uang hasil pekerjaan mereka hari itu. Pak Gun tetap sadar diri. Tidak menyentuh boneka kesayangannya itu. Sekarang belum saatnya. Dia ingin menanamkan rasa aman di hati Niki. Niki harus yakin, bahwa Pak Gun tidak berbahaya. Tapi Pak Gun masih punya keinginan membara, malahan semakin menggila.

3 bulan setelah itu, Niki menelpon tukang foto itu.

Pak, kok tidak ada pemotretan lagi. Uangku udah habis. Suara Niki di sana.

Berbungabunga lelaki tua itu mendengar suara merdu di seberang sana. Segala perlengkapan disiapkan Handycam dan kamera. Sebelum dimulai, melalui hape terjadi tawarmenawar harga. Akhirnya setuju 300 ribu? Deal! Tempat di hotel yang sama.

Tidak menunggu lama Niki datang sendiri. Bawa motor sendiri. Niki pakai celana panjang, baju kotakkotak, baju itu tampak kebesaran. Maksudnya untuk menyembunyikan dadanya yang besar itu. Niki memang cewek yang tidak percaya diri. Punya kelebihan kok disembuyikan. Ada perubahan nyata pada sikap Niki. Tanpa malumalu dan tanpa disuruh dia melepas sendiri semua pakaiannya. Sampaisampai Pak Gun menahannya.

Stop. Bertahap Tas.. Bagian atas dulu pelan. Muter..Naahlepas yang bawah

Sessi pertama adalah pemotretan di kamar mandi. Pak Gun pengin memandikan cewek cantik ini. Melihat dari dekat, merabai seluruh permukaan kulit cewek ABG. Oooh . bagaimana rasanya??? Tanpa membantah, Niki membawa handuk yang diterima dari Pak Gun. Siang itu memang panas sekali. Mandi dapat menyegarkan tubuh.
Disabuninya kulit mulus itu. Tangannya kini merasakan secara langsung bagaimana halus dan empuknya bukit kembar yang indah itu. Niki memandang dengan penuh perhatian dadanya yang dibelai. Oooohnikmat!

Oohhh.besaaar empuukPutingnya yg merah itu jadi tegak, Karena diremesremes Niki merinding. Lubang di bawah jadi terasa lembab. Tangan gurunya ini benerbener usil. Lerenglereng bukit kembar itu dielus dan ditelusuri. Niki terbuai sampai matanya merem sesaat. Pak Gun lalu jongkok, tanpa dapat dicegah oleh Niki, mulut lelaki tua itu melahap bibir bawahnya. Karena nikmatnya, sampai Niki mengangkatangkat sebelah kakinya. Apalgi saat dua serangan dilancarkan bersamaan. Niki hanya dapat menggigit bibir. Untuk mengerang dia malu. Setalah tubuhnya diguyur air dan bersih dari bursa sabun, kembali mulut lelaki tua itu mencari sasaran baru. Acara mimi cucu mulai.

Niki memandang ke bawah dengan tatapan takjub, bibir lelaki tua ini bisa mendatangkan kenikmatan ..ooh! Niki membiarkan dua payudaranya yang super itu bergantian dikenyot bayi nakal sampai puas.

Niki, tolong lepaskan celanaku. Gerah sekali Lelaki tua itu sudah merasa perlu untuk meningkat ke permainan berikutnya.

Dari tandatanda dan basa tubuh, diketahui cewek abg ini sudah menunggu dipetik

Ha? Jangan.Pak! Sayanggak enak. Tetapi dalam hati ia ingin tahu,
Kaya apa sih?
Aku saja nggak apaapa, kok kamu nggak enak. Pak Gun memaksa.

Niki melepaskan celana juga CD gurunya dan.. Ha? Ada benda aneh. Coklat, panjang. Niki merem. Purapura takut. Pak Gun menuntun jarijari Niki untuk menguruturut burungnya dengan sabun.Masih dengan mata terpejam dan raguragu Niki mengurut benda aneh itu. Makin lama terasa mengembang dan bertambah besar. Telapak tangannya tak muat lagi. Rasarasanya benda ini bertambah panjang terus. Niki membuka matanya dan terkejuthiiii..kok jadi segede ni? Penampakan itu menimbulkan rangsangan hebat. Tubuhnya bergetar, darahnya mendesirdesir lebih cepat. Karena terserang demam tak dirasakannya tangan gurunya yang nakal itu mengusapusap vaginanya. Sentuhan di vegi nya itu menambah hebat rangsangan birahinya. Ia ingin melenguh tapi malu. Maka hanya bisa menggigit bibir.

Aduh, Pak. Sudah, Pak. Ketika sampai di puncaknya dia tak tahan lagi.

Tanpa disadarinya pinggulnya bergoyang. Lelaki tua itu paham betul. Niki sudah on Dia berjongkok. Lubang kemaluan yang masih rapat itu dibuka dengan sapuan lidahnya. Jempol kaki Niki tegak ke atas, menahan setrum ribuan watt dari lidah si tua bangka itu. Matanya tak lepas dari TKP, dilihatnya lidah itu menarinari di lubangnya. Menusuknusuk bagaikan jari yang basah dan hangat. Tangan Niki erat meremas sabun di tangannya. Sabun hotel yang tipis itu sampai putus dan hancur. Penderitaan Niki semakin parah ketika dua tangan keriput dan hitam meremas bukit kembarnya yang super besar itu. Ooogila, mengapa bisa senikmat ini.

Sinyal gelombang kenikmatan itu datang silih berganti dari dada, dari vegi terus menerus.

Sudaaaaahhhh Paaak! tetapi yang terdengar di telinga guru bejat itu adalah
Teruuuussss Pak!

Pak Gun keluar dari kamar mandi. Niki ditelentangkan di kasur. Pahanya yang putih mulus terpampang indah. Di tengahtengah selangkangan yang putih itu terlihat kemaluannya seperti segitiga terbalik. Segitiga itu dihiasi jembut tipis. Kembali lubang kemaluan gadis kecil itu dikelamut habishabisan. Niki sudah tidak melawan lagi. Pak Gun mengangkangi tubuh Niki yang kecil. Niki membuka pahanya yang putih mulus, dengan pandangan mata yang pasrah.

Pak, jangan dimasukkan dalamdalam ya? Pintanya mengiba. Niki tidak tahu bahwa kalau benda tumpul itu sudah masuk, sedalam apa pun rasanya sama saja (enaknya). Pak Gun mengangguk.
Lima senti cukup, Niki . Nanti kalau terlalu dalam bilang ya?

Mulamula dipukulpukulnya kentongan itu dengan pemukul ajaibnya. Plak, plak, plak. Lalu helm itu dipakai untuk nguleg itilnya merah yang mekar mengembang.

Duuuuh.sakiiitttt. Jangan diuleguleg, Masukkan saja, Pak terdengar merdu rintihan cewek ini.

Berkalikali benda coklat itu gagal penetrasi. Kembali lidah sutera bertindak membasahi jalan ke surga

Coba lagi dimasukinya, sekarang lubang kentongan itu semakin licin.Kemaluan Viani mengeluarkan pelumas sendiri. Putih bening sehingga Pak Gun bisa masuk sedikit.

Aduuhjangan dalamdalam, Pak.. Pak Gun selalu menafsirkan kebalikannya.
Kurang dalam, Pak Ditekan lagi, maju sedikit demi sedikit.

Tibatiba Niki menjerit lirih

Aaaauuu sakiiiiitttttt.jangan sampai robek ya Pak rintihnya polos sekali.

Padahal Sudah robek. Oh Niki Niki, apakah kamu tidak tahu gurumu sudah mengambil kesucianmu?.

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum

Dengan pecahnya selaput perawan itu, kini lancarlah jalan ke surga. Pelaaaann dan lambat. Akhirnya semua bagian dari penis lakilaki tua itu masuk. Niki mendongak dan menggigit bibir. Tetap jaim. Dia berusaha tidak mengeluarkan erangan. Tapi jarijari kakinya jelas terlihat tegang meregang. Jari tangannya erat meremas kasur. Itu tanda yamh jelas kalau cewek jaim itu menahan hebat kenikmatan yang dirasakannya. Pak Gun kini bergerak naik turun, naik lagi, turuuuun lagi dengan halus.

Pak jangan dalamdalam..ya..Bapakku sudah wantiwanti.jangan sampai .adduuuuh Tak bisa menyelesaikan ucapannya Niki terganggu lewatnya arus listrik 100 megawatt diseluruh jaringan syarafnya.
Jangan apa, cah ayuuuuuu Pak Gun semakin menikmati living reality mimpi yang jadi kenyataan.
Kalo robek aku nggak perawan lagi oohh.sakiiit tusukan itu menjawab protes Niki.

Pak Gun ingin ganti posisi. Tapi tidak berani menyuruh Niki nungging .takut macemmacem, kuwatir Niki protes. Yang penting sekarang hasratnya terpenuhi dulu. Tanpa bilangbilang penisnya dicopot begitu saja lalu berdiri di samping tempat tidur. Niki yang baru larut dalam kenikmatan tentu saja kaget dan kecewa. Tapi tetap saja jaim dia.

Sudah selesai, Pak. Yang diucapkan, tetapi dalam hati berkata, Kok sudah Pak?
Sudah, aja, nanti kamu nggak perawan lagi. Wis, ya? Pak Gun menggoda.
Aaaa.Pak Wiiid nakaal, ya pelanpelan to Pak. Asal jangan dalamdalam. Niki ketagihan. Lakilaki tua itu bersorak dalam hati penuh kemenangan. Hu.

Akhirnya minta juga!

Ayo balik badanmu. Sinikan pantatmu! Naah.. gitu. Masih utuh . Masih perawan. Kok. Jangan kawatir. Pak Gun menjilat semua bekas darah di sekitar selangkangan Niki. Nah, bersih. Diarahkannya lagi tongkat kenikmatannya ke lubang di tengah pantat putih itu. 6 tahun sudah, perjuangan tak kenal lelah. Akhirnya .ahpantat indah ini disodorkan di depanku, Niki aaa. Aku masuk lagi.

Kini terasa lubang itu semakin licin tetapi tetap sereeeet dan kenceng. Setiap batangnya mau ditarik keluar, bibirbibir sexy anak cantik ini mengatup rapat dan menahan seakan mengucapkan jangan keluar dongyang sehingga terasa diuruturut uraturat batang kemaluan Pak Gun. Eeeennaaaak tenan.
Pak Gun menyadari murid kesayangannya sudah sepenuhnya terikat dalam jerat kenikmatan yang memabukkan. Bagaikan daya hipnotis, buaian nafsu itu membuat Niki lupa dan hilang kesadaran. Merasa jalan sudah lancar, Pak Gun mempercepat sodokannya. Diraihnya bukit kembar yang terayunayun di bawah sana. Diremasremas dengan lembut dan penuh perasaan. Niki tidak bisa jaga image lagi. Jebollah pertahanannya.

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum

Lepaslah kini erangan dan rintihan yang sudah lama ditahannya.

Ahhhhh.. ssssss.uuuh.terusssaahhh .
Enak .. sayaaaaaaang?
Enaaaaksekali.
Niki aaa. Aku sayaaaang kamu..cah ayu Ini saatnya untuk mengatakan, yang terpendam selama ribuan hari dan jam di hatinya.
Aku juga sayang Pak Gun. Ooooh.. dalam ketidak sadaran akibat candu sex mulut mungil itu bicara.

Pak Gun sudah puas mendengar jawaban itu. Dia tidak perlu memiliki Niki. Kasihan, dia kan masih sangat muda, Baru 18 tahun. Sekarang dirinya sudah 46 tahun. Terlalu jauh beda usianya. Yang penting sudah diperolehnya saatsaat berharga yaitu keperawanan gadis yang lama diidamidamkan dan dicintainya. Tusukan demi tusukan menghantarkan Niki ke ujung perjalanan kenikmatannya. Tanpa disadarinya dia menghentakhentak maju mundur dengan cepat. Mulutnya terbuka. Kedua payudaranya t erayunayun mengikuti gerakan tubuhnya. Nafasnya mmburu. Bintikbintik keringat memenuhi wajahnya sekitar mulut dan dahi. Jadi semakin cantiiiiik.

Aaaaaaaahhhhh.huuuuuuuuu hffff sambil merapatkan pantatnya eraterat ke belakang. Pak Gun lalu mencabut penisnya yang berkedutkedut di bawanya ke depan, ke mulut Niki yang menganga.
Crooott.croooott Niki malah tersenyum bahagia. Mengulum penis yang masih licin itu dan menjilatnya bersih.

Pak Gun memeluk erat muridnya. Bibir mungil itu dikecupnya. Niki membalas penuh gelora nafsu membara. Suatu perpaduan yang sangat kontras. Cewek secantik dan semuda itu dipeluk dan dicium lelaki tua yang sudah pantas jadi kakeknya. Kulit si gadis putih, kulit lelaki tua itu hitam dan sudah berkeriput. Lama sekali mereka berdekapan. Sampai hape Niki mengingatkan untuk segera pulang. Pak Gun tidak jadi memberi 300 ribu. Tetapi 5 lembar ratusan. Dia iklas karena merasa sangat puas.

Kapan lagi Niki telepon? Pasti .. suatu saat akan didengarnya suara merdu Niki di hapenya,

Pak ada job nggak?

Related Post