Cerita Sex

Dokter Suka Cabul Pasien

Dokter Suka Cabul Pasien Ini kisah yang terjadi di desa Kolesabano, sebuah desa kecil yang agak terpencil. Akses jalanannya tidak seperti di Jakarta sudah aspal semuanya, di sana masih tanah liat dan batu.

Orangorangnya sederhana dan lugu. Kalau pagi mereka selalu saling menyapa dan murah senyum. Rasa gotong royong pun masih kental disini.
Mereka bermatapencaharian sebagai petani. Disana ada sawah dan ladang. Kebun buahbuahan pun ada banyak disini. kalau mau makan tinggal petik.

Disana tidak ada sekolah, orang tidak bisa mengenyam pendiidikan. Jadi kalau ada orang pintar disini, mereka puja seperti dewa. Dr. Satrio adalah seorang dokter umum yang dikirim kesana untuk melayani masyarakat disana. Apa yang dikatakan olehnya pasti didengarkan dan dituruti, misalnya saja seorang dokter. Jangan dokter, lulusan SD saja mereka posisikan di atas mereka.

Suatu hari di ruang praktek Dr. Sat yang sederhana seorang ibu paruh baya sedang berkonsultasi dengannya mengenai kondisi buah hatinya, seorang anak gadis yang berumur kira2 15 tahun. Cahaya pagi yang menembus jendela kayu menunjukkan kekhawatiran di raut wajahnya. Alisnya tak hentihentinya mengernyit setiap kali ia menceritakan keadaan anak perempuannya yang memakai jilbab warna biru sama seperti yang sedang dikenakannya. Pundak anaknya dipegani seperti seorang ibu yang takut anaknya akan lenyap kalau dilepas.

Baca Juga: DOKTER KANDUNGAN

Dok, anak saya kayaknya kurang sehat beberapa hari ini.
Oh..gimana kondisinya apakah batukbatuk?
Ya sedikit, nafsu makannya berkurang dok.
Dr. Sat menganggukangguk.
Nama kamu siapa,dik?
Putri, dok.

Sudah berapa lamu kamu sakit?
3 hari dokgak sembuhsembuhdah minum teh manis.
Pusingpusing gak?
Gak, dok.
Sebelumnya ada makan apa, gak?
Makan biasa aja dok..
Ada jajan?
Paling gulali.
Hmm.

Dr. Sat tampak sedang berpkiri untuk menganalisa kondisi Putri.
Ya udah kamu naik ke ranjang periksa yahdokter periksa
Iya dok
Putri berjalan ke ranjang periksa yang tak jauh dari situ, ia menaiki tangga kecil hingga ia bisa sampai ke atas ranjang dan tiduran.
Di angkat ya bajunya, biar dokter bisa periksa pakai stetoskop.

Putri mengangguk dan menarik ke atas bajunya sehingga payudaranya yang masih mengkal kelihatan.
Dr. Sat mulai menggunakan stetoskopnya dan mencoba mendegar detak jantungnya. Stetoskop itu di letakkan di dada dan dipindahpindahkan di sekitar situ. Kadang ditaruh di atas putingnya Putri.
Dingin dok, komentar Putri.
Tahan dikit ya

Saat Dr. Sat memindahkan stetoskopnya, saat diangkat kadang pinggirannya menyenggol ujung puting Putri. Entah sengaja atau tidak, jari kelingkingnya kadang juga menoel putingnya. Si ibu tidak bisa melihat yang dilakukan Dr. Sat sebab ia berada di belakangnya.
Putri merasakan sesuatu yang aneh, dan pipinya berubah memerah. Tanpa disadari puting coklatnya menjadi mengeras mencuat. Kalau tertoel lagi, kakinya langsung mengapit seperti menahan sesuatu di bagian bawah situ.

MMmmuntuk pemeriksaan selanjutnya ibu tunggu di bangku yah, saya harus melakukan tes.
Iya dok.
Dr. Sat menarik gorden yang mengelilingi ranjang periksa. Ibu Putri tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi di dalam.
2 menit tidak ada apaapa. Namun setelah agak lama si ibu mulai mendengar suarasuara aneh dari dalam. Seperti anaknya sedang melenguhlenguhAh..ahhahhhh
Merasakan firasat buruk ia bangkit menyibak gordennya. Betapa terkejutnya saat ia melihat CD putrinya sudah turun setengah paha dan tangan Dr. Sat sudah berada di kemaluan putrinya. Saking kagetnya si ibu sampai tidak bisa bicara apaapa.
A..a..a

Ibu! apa yang sedang ibu lakukan, saya sedang di tengah pemeriksaan.
Si ibu tibatiba merasa bersalah, apakah benar ia sedang mengganggu jalannya pemeriksaan anaknya? Pikiran akal sehatnya seperti sedang terpecah saking syoknya.
Tunggu disitu yah.
Lalu si dokter menutup lagi gordennya.

Tak lama suara lenguhan terdengar lag, Mmmhh ahh.ah..ah.
Si ibu menjadi raguragu apakah sebaiknya ia membuka gorden itu atau dibiarkan saja. Tapi Lamakelamaan bukan cuma suara putrinya, kini ia mendengar suara si dokter, Mmhhshhahh..yah..dihisapbiar lekas sembuh.
Si ibu semakin khawatir. Akhrinya dia sibak lagi gordennya.
Kali kagetnya menjadijadi, sebab burungnya si dokter sudah keluar dari celananya dan ada di dalam mulut anaknya.

Dokter! Dokterlagi apa? dengan nada agak histeris.
Si ibu tidak mempercayai penglihatannya.
Aduh ibu ini lagilagi mengganggu, Tukas Dr. Sat kesal, Saya sudah analisa, anak ibu terkena penyakit Vibilio Facumacis, obatnya adalah ia harus dibikin orgasme dan menelan sperma. Kalau ibu ganggu terus, gak selesai loh ini. Saya gak tanggung kalau penyakitnya bertambah parah.
Ii..iya..tapi dok.

Hhhhhh, Si dokter menghela nafas panjang sambil gelenggeleng. Ya sudah ibu bantu deh, ibu colokcolok kemaluan anak ibu untuk membangun kekebalan tubuhnya.
Si ibu terdiam dan raguragu.
Ayo sinibantu sajagak apaapadaripada ganggu terus..gak selesaiselesai.
Ii..iya
Si ibu berjalan mendekati tempat tidur periksa. Dr. Satrio membelakangi si ibu itu lalu ia meraih tangannya dan meletakkan di kemaluan putrinya.
Nahsekarang keluar masukin jarinya di lubangya yah
Iiiiya dok

Si ibu pun mulai memasturbasi anaknya. Putri langsung memejamkan mata dan melenguhlenguh kecil, Aah..ahah
Dr Satrietyo tibatiba menarik ke atas gamis si ibu. Tentu saja perbuatannya membuat si ibu kaget.
Dokter ngapain lagi?!
Ibu juga perlu dibangun kekebalannya, kalau gak penyakit ini akan menular. Jadi kemaluan ibu juga harus dimainin.
Yang bener dok
Ya bener, siapa disini dokternya?
Si ibu kebingungan.
Ii..iya

Jangan khawatir saya tidak akan sentuh ibu, kalau itu yang ibu khawatirkan, Putri yang akan bantu prosesnya.
Maksudnya?
Putri yang akan gituin ibu..ngerti kan
Hah?

Sudah ibu tenang aja, nurut aja kalau mau sembuh yah.
Dr. Satrio lalu membungkuk dan memberikan penjelasan kepada Putri.
Putri supaya ibumu gak ketularan kamu keluar masukin jari kamu di lubangnya ibu yahkayak yang diakukan ibu ke kamu..ok
Iya dok
Pinter, ujar Dr. Sat menepuknepuk kepala Putri.
Dr. Sat bangkit lagi, Nah ibu..siap yasaya angkat gamisnya yahbiar Putri bisa masturbasiin ibu untuk cegah penyakit.
II..iya dok

Dr. Sat pun mengankat gamis si ibu hingga seperut dan menarik turun CD putihnya. Si ibu membantu memegangi kain gamisnya agar jangan jatuh. Dr. Sat sempat menelan ludah saat ia melihat paha si ibu yang semok. Gak kurus, tapi berisi.
Nah Putri, sekarang tangannya yuk
Putri mengulurkan tangannya dan menjamah kemaluan ibunya. Jari tengahnnya dimasukkan ke dalam lubang ibunya perlahan, lalu ditarik lagi.
UUuhh

Si ibu langsung memejamkan matanya dan melenguh keenakan.
Bu maafin Putri ya, garagara Putri sakit, ibu bisa ketularan juga.
Si ibu buruburu membungkukkan badannya dan mengelus kepala putrinya
Sudah kamu gak perlu pikiran itu, yang penting sekarang Putri keluar masukin jari lubang di lubang ibu, dan ibu colokcolok lubang Putri yah..biar kita samasama sehat, ujar si ibu menenangkan anaknya.
Putri mengangguk tersenyum.

Nah sekarang Putri buka mulutnya AAaaa, perintah Dr. Sat. Putri menurut.
Dr Satri kembali mengarahkan penisnya ke mulut Putri dan memasukkannya ke dalam.
Nah, sekarang kulum batang Dokter yaobatnya ada di dalamnya mesti dikeluarin, Ok
Ngg.. Putri mengiyakan dengan mulut yang tersumpal batang Dr. Sat.
Dr Satri lalu memaju mundurkan pinggulnya, menikmati batangnya disepong Putri. Ia tarik lagi ke atas bajunya Putri, agar ia bisa melihat jelas kedua putingnya. Tngan kanannya bergerak, menjamah dan remasremas lembut dada Putri. Sesekali ia pelintirpelintir putingnya.
Ngghhnghh.., responnya.

Sementara itu tangan kirinya digunakan untuk menahan kepala Putri yang berjilbab agar ia bisa bersenggama di mulutnya.
Nafas si ibu lama kelamaan berubah menjadi tak beraturan. Gerakan jarinya di lubang putrinya pun berubah menjadi semakin cepat.
Mmhmhh..nghhh..nghh, lenguh Putri
Jari Putri pun juga ikutikutan menusuknusuk vagina ibunya dengan cepat. Jari mungi itu kelihatan sudah menjadi basah. Cairan bening ada yang mulai turun mengalir dari lubang vagina si ibu ke pahanya.
Dokremas dada saya juga dokplis pinta si ibu
Dr. Sat senang mendengar permintaan si ibu.
Di buka donk bajunya.

SI ibu menurut dan melepaskan bajunya dan dijatuhkan ke tanah. Kini ia bertelanjang dada dan hanya mengenakan BH saja. Dr Satri berdecak kagum melihat payudara si ibu yang besar.
BHnyadi lepas juga., pinta Dr. Sat dengan suara bergetar.
Tanpa berpikir panjang si ibu melepaskan pengait depan BHnya dan meloloskannya talinya dari pundaknya. Lalu ia jatuhkan ke lantai.
Dr. Sat jadi bernafsu banget ngeliat payudara si ibu yang mantap. Ia pun menangkupnya dari belakang punggung, melewati bawah tangannya, serta memainkan buah dada yang kenyal itu.
Putri baru kali ini ngeliat ibunya bukabukaan seperti itu, dan baru pertama ngeliat seorang pria cemekcemek dada ibunya. Darahnya berdesir. Jantungnya berdegup keras. Semuanya serba baru baginya.

Si Ibu pun mulai menggapai buah zakar Dr. Sat dan mengeluselusnya.
AAhh Dr. Sat merasakan kehangatan di pelernya..
Ahh.gak kuat.ahhkeluarkeluar
Dr. Sat memegang kepala Putri dengan kedua tangannya dan memaju mundurkan batangnya di mulut Putri. dengan cepat. Kumpulan sperma itu tak lama lagi akan meledak di rongga mulut gadis mungil ini.
Ke..luaaar.aaahhh ahh.
CROT CROOT CROTT CROT CRET CRET!
Ahhh.
Dr. Sat merasakan kelegaan luar biasa. Lalu ia mencabutnya dari mulut Putri.
Ditelan yah Putriitu obatnya
Putri mengangguk. Ia teguk cairan Dr. Sat. Otot lehernya tampak berkontraksi.
Pinter

Dokter kasih sesuatu buat kamu yah
Apa tuh?
Dr. Sat mendekatkan wajahnya ke wajah Putri. Keduanya saling memandang. Lalu Dr. Sat mencium Putri dan menghisaphisap bibir atas dan bawahnya.
Si ibu membelalak melihat Dr. Sat mencumbu putrinya dan Putri tampak menyukai setiap deitknya.
Dokter apakah itu juga termasuk pengobatannya?
Dr. Sat menegakkan tubuhnya.
Iyahsudah pasti dansekarang ibu jilat vaginanya Putri, ya
Lho kenapa?

Iyakarena saliva ibu bisa menjadi bahan tambahan yang menguatkan kekebalan Putri, seperti vitamin. Jadi jangan lupa, nanti sambil dijilat, juga diludahin sedikit yah.
Gitu ya dok..?
Iyah
Si ibu memandang anaknya dengan penuh kasih sayang.
Ibu jilat yah, nak..
Putri mengangguk.
Iya, bu terima kasih ya.

Si ibu tersenyum dan mengelus kepala anaknya. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke alat kelamin putrinya. Di buka sedikit bibir vaginanya, diludahi lalu ia mulai menjilatjilat belahan vaginanya.
AAhhahhhahh.enak bu
Putri yang sedang keenakan sudah lupa untuk memasturbasi ibunya. Dr. Sat tidak ingin membiarkan lubang vagina si ibu mubazir.
Dr. Sat pun menarik turun gamis roknya, dan ia bisa melihat gundukan yang terbelah dari arah belakang. Ia lalu mengarahkan batangnya ke lubang si ibu. kebetulan posisinya sudah siap untuk di doggy. Tanpa meminta izin lagi, Ia langsung mendorong masuk batangnya ke dalam lubang si ibu yang sudah basah.
OOhhhDr. Satio Sebentar ia melihat ke belakang, kemudian ia mulai merasakan kenikmtan hujamanhujaman tusukan batang si dokter. Astaga enaknya. Lalu ia lanjut lagi mengoral anaknya di atas ranjang periksa.

Putri yang baru kali ini mengalami rasanya di oral, tidak dapat membendung cairannya untuk keluar.
Bumau pipis
Pipis aja Putri biar kamu sehat
Ahh..ahh..ahhibuduh..gak tahan lagi.KYA! Putri menjerit histeris, saat ia mencapai orgasme. Kakinya mendorng pantatnya sampai ke udara, dan vaginanya menyemprotan cairan hingga keluar.
Si ibu buruburu berpindah untuk melihat wajah putrinya.
Ahh..ahh..dah keluar nak?

Dia menanyakan keadaan Putri selagi sedang disodok sama Dr. Satio dari belakang.
Putri bisa meihat dari dekat, wajah ibunya yang sedang sangat keenakan. Tubuhnya bergerakgerak maju mundur, demikian juga buah dadanya.
Ibu lagi diapain? lagi diobati juga yah?
Mmhh ahh ahh.. iya nak..
Putri juga maudiobati yang seperti ibu
Si ibu terkejut mendengar permintaan Putri

Putri.Putri masih kecil..ahh ahh..ahh. Belum boleh diobati seperti ini.
Sementara itu dari belakang mempercepat memompa tubuh si ibu.
Ahhahh..ahh..ahhh
Alis si ibu mengernyit menahan kenikmatan yang semakin memuncak.
Tapi Putri mau., ucapnya menelan ludah melihat Dr. Satio menyetubuhi ibunya. Walaupun ia belum tahu itu namanya.

Di dalam keadan birahi yang sangat, pikiran si ibu tampaknya semakin tertutup. Bahkan ia mulai merasa birahi terhadap putirnya. Ia menggapai lagi kemaluan Putri. Ia colokcolok lagi dengan satu jari.
Putri agak mengangkat kepalanya untuk melihat apa yang ibunya lakukan di bawah situ. Ia diam saja membiarkan perbuatan ibunya. Sensai nikmat mulai menjalar dari alat kelaminnya. Kemudian dari satu jari berubah jadi dua jari.
Ohhohyeaaahhh

Tapi saat jari ketiga masukraut wajah Putri berubah kesakitan.
Aw sakit bu..udah..buat keluarin jarinyasakit
Tahan naktahanbiar ibu yang ambil keperawanan kamu yah
Putri bangkit dari tidurnya dan mencoba mencabut jari ibunya dari guanya.
Sakit bu
Tahan nakk..entar jadi enak lagi..
Si ibu menidurkan lagi putrinya, kemudian ia jilatjilat putingnya agar ia merasa lebih nyaman.
Owwhshhkit
Sedikit demi sedikit membran keperawanan Ptri pun robek oleh jemari ibunya.
AAhh sakit.

Perlahan rasa sakit itu berubah menjadi enak.
Mmhhh ahhahhshh.
Ketiga jari si ibu pun berbalur darah keperawan Putri dan cairan kewanitaannya.
Tibatiba hentakan keras penis Dr. Satio menyentuh batas klimaksnya, sehingga si ibu kelojotoan mencapai orgasme.
Aahhhhsampai.
Ia mendorong Dr. Satio agar mencabut penisnya dari lubangnya.
Saya nanggung bu, keluh Dr. Sat.
Tanpa menanggapinya, si ibu menyuruh Putri bangun. Putri menuruti perintah ibunya dan ia duduk di pinggir ranjang periksa.

Si ibu berbalik badan dan naik duduk di sebelahnya.
Putri duduk di pangkuan ibu yuk.
Iyah.
Lepas tuh CDnya.
Iya bu.
Setelah itu Putri berpindah posisi duduk di atas paha ibunya. Kedua kakinya berada disisi luar kaki ibunya. Vaginanya jadi agak terbuka. Setelah itu ibunya membuka lebar kedua pahanya, sehingga kedua paha Putri juga turut terbuka lebar, mempertontonkan lubang senggamanya.
Kamu mau diobati Dr. Sat seperti tadi kan?

Putri memandang batang Dr. Sat yang mengacung dan gak bergerakgerak dikit. Ia menunduk, lalu mengangguk.
Si ibu memandang ke Dr. Sat, Tolong obati anak saya juga, dok. Pakai cara yang tadi
Dada Dr. Sat bergemuruh melihat posisi ibu dan anak itu. Mereka berdua masih memakai jilbab. Si ibu sudah tidak berpakaian, Putri masih lengkap berpakaian, tetapi semuanya sudah disibak.
Eh..iyahsebelumnya kalan berdua ciuman dulu biar saliva kalian bercampur di mulut agar bakteri kumannya mati. Si ibu merendahkan kepalanya dan Putri mengadahkan kepalanya ke atas menyamping. Bibir mereka bersentuhan, lalu si ibu melumat bibir putrinya. Ludahnya dipindahkan ke mulut Putri, kemudia dengan lidahnya ia mengadukngaduknya di dalam.

Dr. Satio benarbenar terangsang oleh keduanya, ia pun mendekat sambil mengocok titinya. Ia naik ke anak tangga agar batangnya bisa sejajr dengan lubang Putri. Lalu Blezzzz!
Putri membelalak saat merasakan sebuah benda besar yang panjang menerobos masuk lubang senggamanya.
Ibunya saja merasa Dr. Sat gede banget, apalagi anaknya.

Dr. Sat tidak bisa leluasa mengeluar masukkan batangnya, sebab seret banget, meskipun lubang Putri sudah distimulasi sejak tadi dan basah licin.
Batang Dr. Sat benarbenar tidak bisa masuk penuh, meskipun sudah berusaha didorong. Dr. Sat sampai menganga mulutnya, karena jepitannya luar biasa banget. ia yakin pertahannya tidak akan bisa lama dengan keadaan seperti ini. Ia pun mulai memajumundurkan pantatnya dan bersetubuh dengan Putri.
Ahhaahh.shhhahhh
Kenikamtan yang sama pun juga dirasakan Putri. Lubangnya terasa penuh. Setiap sensor di kemaluannya mendapatkan gesekan penuh dari bendanya Dr. Sat. Apalagi ini pengalaman pertamanya.
DrdrdrPraz.shhhahh..

Si ibu pun membuat anaknya makin gak kuasa menahan nikmatnya seks. Tangannya merabaraba dan memainkan buah dadanya. Putri sudah benarbenar pasrah ia bisa meraskan gelombang klimaks bentar lagi datang. Sesaat ia hendak mencapai orgasme, tibatiba
AKhkeluar.! Dr. keluar!
Putri bisa merasakan cairan panas menyembur di lubangnya. Di saat itu juga ia mencapai orgasme. SrrrSrsrrr.srr..
Dr. Aku pipis lagi.
Ya bagus itu

Keduanya mencapai klimaks bersamaan.
Tak berapa lama setelah itu, kedua nya berpakaian lagi yang lengkap. Mereka kembali ke meja.
Okkalian berdua sudah diberi obat dan disuntik kekebalan, kalau masih belum sembuh datang lagi untuk diadakan pemeriksaan.
Baik, dok, terima kasih ya. Ayo Putri bilang apa ke Dr.
Terima kasih dok.
Iyalekas sembuh ya
Ngg!..iya

Ternyata beberapa hari kemudian Putri telah kembali menjadi sehat. Kehebatan pengobatan Dr. Satrio pun semakin terkenal di antara para wanita.
Sementara untuk si ibu itu dan anaknya, mereka berdua pun jadi sering mencolokcolok vagina mereka satu sama lain, untuk meningkatkan kekebalan tubuh mereka dan tetap sehat.

Related Post