Cerita Sex

DOSENKU BINAL

Pada waktu itu saya masih duduk di semester 7 di salah satu universitas Kota M, cerita sexku itu dimulai ketika saya lagi putus dengan pacar saya, apakah pacar saya itu agak rumit sudah Saya suka fakta dia bertindak yang tidak memakai hatiku, dan akhirnya hubungan kami hanya bertahan 1 tahun, itu dia cemburu karena posisi saya saat itu amengontrak rumah dengan 5 orang.
Kebetulan saya diundang adikku untuk bergabung dgnnya akan saya disanan manusia itu sendiri, pertama saya ingin mencari rumah kos itu sendiri tapi karena saudara saya sekali sayg aku, aku tidak diizinkan untuk membagi rumah, dan saya tinggal dengan teman-teman adik saya semua wanita.

Di antara 4 Tidak ada salah satu teman dari saudara saya yang adalah seorang dosen di kampus lain, mereka semua memanggil namanya dengan nama ibu Linda karena dia adalah yang tertua di sini sekitar 40 tahun tapi masih belum menikah, ketika saya berdua dengan ibu Linda. Dia bertanya.
“Lhoo yang Anda lakukan sendiri dan akhir-akhir ini saya melihat Anda sering ngalamun” tidak ngalamun dengan mantan paarmu ya ”
“Heeeehee ibu tau aja ya ibu yang” jawabku
Memang, saya sering curhat tentang pribadi dengan ibu Linda, karena dia sudah saya anggap sebagai kakak kedua saya dan tahu banyak hal.

“Pantesan saja Anda selalu begitu murung akhir-akhir ini berpikir dia terus ya ???”
Saya sering mengatakan dengan Ibu Linda sampai suatu hari hal itu terjadi kejhadian.
Aku sangat dekat dengan Ibu Linda sampai suatu waktu aku mengalami kejadian ini. Entah kenapa aku tidak sengaja sudah mulai ada perhatian sama Ibu Linda. Pada saat itu segala tepatnya sore di perguruan tinggi, aku sakit kepala akan saya melewatkan keluar dari perguruan tinggi.
Sore itu tepat pukul 11:00 saaat aku bangun, eh agak sedikit heran mengapa masih ada orang di rumah, biasanya ketika di siang hari terbuka seperti ini sudah di ada satu di rumah tapi mengapa hari ini saya pikir ada ya teman-teman di rumah . Aku pergi ke dapur.
“Ibu Eh Linda, tidak mengajarkan Mom?” Saya bertanya.
“Anda benar-benar tidak kuliah?” Dia bertanya.
“Out Ibu sakit,” kataku.
“Apa salahnya?” Menggoda Ibu Linda.
“Ah … Ibu Linda bisa aja”, kataku.
“Saya makan belum?” Dia bertanya.
“Tidak Bu,” kataku.
“Ini hanya semua ibu yang sama Masakin Anda ya,” katanya.
Ibu Linda terampil dimasak, kami segera makan bersama sambil ngobrol sekitar untuk titik yang kita bahas cerita melakukan sedikit seksis.

Saya pikir Anda tidak suka bahwa nama cerita seks Linda nya, eh tau-taunya dia menjawab dengan cerita yang lebih hot lagi. Kami sudah semakin jauh ngomongnya. Saat itu saya sedang berbicara tentang wanita yang tidak telah lama merasa hubungan dengan jenis lain.

“Apa yang mereka sehingga keinginan untuk itu?” Saya bertanya.
“Enak aja, nafsu emangnya berkenalan dengan usia begitu”, katanya.
“Oh, kalau begitu Ibu Linda masih memiliki keinginan dong untuk ngerasain bagaimana hubungan dengan jenis lain,” kataku.
“Jadi tentu dong”, katanya.
“Terus ke ibu promiscuous, Ibu, Anda tidak kawin”, dengan enaknya aku nyeletuk.
“Saya melakukan pula,” kataku lagi dengan sedikit dingin sementara aku menatap wajahnya.
Ibu Linda agak pudar merah tahu apa yang membawa keberanian semakin booming dan tahu kapan harus mulai aku mulai memegang tangannya. dengan sedikit gugup kebingungan Ibu Linda sambil menarik kembali tangannya, dengan sedikit usaha aku harus merayu terus sampai dia benar-benar bersedia melakukannya.

“Okey, maaf ya Bu, aku sudah terlalu sombong untuk Ibu Linda”, kataku.
“Tidak, aku benar-benar salah untuk memulai dengan meladenimu membicarakannya”, katanya.
dengan sedikit kegembiraan, hati saya di tangan saya lagi dengan tangan lembut sementara aku menempatkan bibirku ke dahinya. dengan lembut mencium keningnya. Ibu Linda terbawa dengan situasi yang kubuat, dia menutup matanya dengan lembut. Juga mencium sedikit di bawah telinga dengan lembut sambil berbisik,
“Saya sayg Anda, Ibu Linda”, tapi dia tidak menjawab sama sekali.
dengan sedikit ragu-ragu juga aku membawa bibirku mendekati bibirnya. Piala … dengan begitu samar aku merasa kelembutan bibir. Aduh lembut, gesit aku sudah menarik dirinya rangkulanku, dengan sedikit cemas lagi mencium bibirnya.
Shoestring disambut dengan bibir terbuka lembut. Aku mencium bibir bawahnya, eh … tanpa pikir dia balas kecupanku. Kesempatan itu tidak saya buang. Aku berlari rongga mulut dengan lidah kukulum sedikit.
Aku menciumnya, “Aah … cup … cup … cup …” ia mulai dengan nafsu yang terbakar yang kecupanku balasan, ada sekitar 10 menitan kita lakukan, tapi kali ini ia telah dengan mata terbuka . Shoestring berjuang kayak berjalan kerja keras saja.
“Aah … jangan panggil Mom, sebut Linda menulis itu!”
Bisik Ibu Linda, “Linda menulis kita untuk yuk kamar saya!”.
dengan sedikit terkejut tapi tanpa perlawanan utama saya membawanya ke kamarku. Aku membawanya untuk duduk di tepi tempat tidur. Aku tidak tahan lagi, saatnya saya sudah menunggu. kacing perlahan membuka bajunya dengan satu per satu, dengan hangat aku melihat tubuhnya. Ala mak … keindahan tubuh ini, mengapa tidak masih ada laki-laki yang kepengin secukupnya. dengan kujilati sedikit ditekuk dengan telaten. Pertama-tama bagian dari kembar gunung.
“Ah … ssh … terus Ian”, Ibu Linda tidak bisa menunggu lagi,
cerita seks dengan Kampus Dosen Binal
Aku membuka bra-nya, sudah terpampang mulut ukuran buah gemuk kembar 34 B. mencium berpakaian-rotasi,
“Aah … sssh …” dengan sedikit turun Aku berlari kanan saya karena pada waktu itu ia menggunakan celana pendek yang kain agak tipis dan celana terlalu tipis, dengan kuelus lembut,
“Terangsang Aah … aku juga sudah mulai.
celana pendek Kusikapkan untuk dipisahkan sekaligus dengan celana dalamnya, hu … dune indah yang mengembang. kuelus membelai lembut dengan gundukan itu,
“Aah … uh … sssh … Ian sih cerdas yang Anda lakukan, saya juga tidak bisa tahan lagi”,
Sebenarnya itu adalah pemula bagi saya, eh ternyata Linda juga kepengin sendiri membuka celana saya dengan satu tarikan terpisah sudah menulis celana pendek celana saya pada waktu yang sama.
“Oh … besar jadi”, katanya. Sekitar 18 cm dengan diameter 2 cm, dengan lembut ia membelai bola saya,

“Uuh … uh … ssst ..” aku berhati-hati dengan mengubah posisi 69, melihat untuk punuk saat dengan pasti dan lembut. Aku mulai mencium dari pusarnya terus turun, kulumat kewanitaan dengan lembut, aku mencoba untuk menempatkan lidah saya ke dalam lubang kemaluannya,
“Aah … uh … ssh … .. terus Ian,” keluh Linda.
“Aku juga nyaman Linda”, kataku. dengan krim lembut di kepala habis dari pangkal paha, di menjilat dengan lembut,

“Uuh … uh … ssst ..” aku berhati-hati dengan mengubah posisi 69, melihat untuk punuk saat dengan pasti dan lembut. Aku mulai mencium dari pusarnya terus turun, kulumat kewanitaan dengan lembut, aku mencoba untuk menempatkan lidah saya ke dalam lubang kemaluannya,

“Aah … uh … ssh … .. terus Ian,” keluh Linda.

“Aku juga nyaman Linda”, kataku. dengan krim lembut di kepala habis dari pangkal paha, di menjilat dengan lembut,

“Assh … oh … ah …. Linda terus sayg”

dgn lahap juga Aku mengusap semua ayam pit wall, “AAHK … uh … ssh … ..” sekitar 15 menit kami melakukan posisi 69, sudah menjadi nama yg kepengin mencoba hubungan seksual. Aku akan mengubah posisi, kembali bibir memanggut.

Sudah terasa kepala selangkangan mencari kandang. dibantu dengan tangannya, diarahkan ke lubang kewanitaannya. Sedikit demi sedikit aku mendorong pinggulku,

“Aakh … sshh … pelan-pelan ya Ian, aku masih perawan,” katanya.

“Haaa …” Saya terkejut, benar-benar tampaknya dia masih suci.

dengan sekali lagi mendorong sudah licin. Blessst,

“AAHK …” teriak Linda,

sebentar kudiamkan untuk menghentikan rasa sakit, setelah 2 panjang menitan mulai lagi berasal selangkangan tarik dari dalam, terus dukungan kumaju. Mungkin karena pertama kali hanya dengan 7 menit Linda

“Aakh … ushh … usssh … ahhhkk … aku mau keluar Ian”, katanya.

“Tunggu, aku sudah pergi keluar akh …” kataku.

Tiba-tiba menegang sudah ayam pit menjepit batang kemaluanku dan merasa kepala batang kemaluanku sama surga air flushing, membuat saya kuat lagi memuntahkan

“Crot … Crot … cret …” terlalu cum air muncrat di lubang kemaluannya.

“Aakh …” Aku lemas kelelahan, aku berbaring di sampingnya.

lembut dengan dia mencium bibirku, “Kau menyesal Ian?” Dia bertanya.

“Ah tidak, Kitakan sama-sama bersedia.”

Kami cepat pembersihan sehingga tidak ada kecurigaan, dan sejak itu saya bermain cinta dengan Ibu Linda ini, tentu saja kita lakukan jika di rumah sedang sepi, atau di tempat, jika kita sudah sekarat dan di rumah itu penuh sesak. sejak insiden pada kami berdua mulai tumbuh benih-benih cinta, dan sekarang Ibu Vivien menjadi pacar rahasia saya.

Related Post