Cerita Sex

Galon Yang Memberi Berkah II

Meskipun dengan sedikit menahan sakit di penis ku, aku tapi sangat menikmati sensasi ini. “sshhh… aahhh.. ennnakk dikk..” kakak itu semakin mempercepat gerakan dan semakin tidak karuan goyangannya. Semakin terlihat keringat yang mencucur di tubuh kakak cewekku itu. Dengan sedikit menahan goyangan pantatnya, aku menggendongnya menuju arah meja dapur. Sekarang posisi kami berpindah, dia berada tepat di didepan dengan kaki melingkar di pinggangku. Kubuka lebih lebar kakinya agar memeknya terlihat jelas, terbesit di pikiranku untuk mencoba anal. Aku berlari kecil menuju kamarnya dan mengambil botol handbody dan mulai mengoleskannya ke penisku. Dia kaget “kamu mau ngapain dik?..” tanyanya.. “aku ingin lebih sedikit variasi kak..”.
Aku berfikir dia akan menolaknya, namun alangkah senangnya hatiku saat dia malah member akses lebih ke lubang pantatnya “ iya dik.. aku juga ingin mencoba nya.. tapi pake kondom aja dik .. ambil diatas lemari ..” dengan segera ku berlari untuk mengambil kondomnya.
Setelah terpasang semua dia sedikit membantu dengan posisi miring diatas meja makan. “pelan pelan dik.. ssshhhtt.. ohhh… kocok pelan pelan ssshhhh… “ aku sidikit demi sedikit merangsek masuk ke lubang itu dan setelah separuh masuk kucoba kocok penisku maju mundur di lubang itu. “sshhhtt.. ohhh .. aahhhh.. shhiittt.. yesss.. come on dik lebih kenceng..” rengeknya.. semakin kupercepat gerakan ku. Tanpa sadar pula aku mulai merasakan nikmat yang luar biasa. Keringat kami semakin bercucuran dengan pemandangan pantat yang lumayan putih bersih.
Namun itu tidak berlangsung lama, yang kemudian terasa panas di sekitar penisku. Segera kugendong dia lagi menuju kamarnya dan dengan segera kutancap penisku lagi di memeknya. “ahhh.. ohhh… diikk.. ooohhh… “ dia semakin meracau. Dia semakin keras menggenggamku, “ohh.. diikk.. akkkuuu.. oohhh.. lebihh.. cepeettt .. ahhh….” Tak lama kemudian dia mengeluarkan penisku dari memeknya yang diikuti semburan seperti air kencing dan dengan badan yang seperti bergetar dengan hebatnya. Wajahnya terlihat semakin lunglai namun semakin membuat nafsu karena semakin menggoda. Tak kubiarkan lama dia menikmati sisa sisa orgasmenya segera ku masukkan penisku lagi. “ahh.. mbak…” dia semakin menjadi jadi gerakannya, dengan segera kuputar posisinya yang sekarang dia diatasku. Dari situ terlihat ke eksotisan tubuhnya dan bentuk payudaranya yang indah. Segera dia menggoyangkan pantatnya lagi., “aahhhhh… diikkk.. kontolmu nikmat bangett… ahh.. mentokk .. ssshhh….. ohhhh…. “ sebuah racauan yang semakin membuatku bernafsu. Aku juga mengikuti gerakannya pantatnya, yang tak lama kemudian serasa bergetar tubuhku. Dia seperti mengetahui kalau aku mau mencapai titik kepuasanku. Dicopotlah kondom yang aku pakai dan segera dia sedot penisku dengan rakusnya. Tumpahlah semua lendirku di mulutnya. Dia sedot habis semuanya, sehingga minyak dari kondom itu seperti ikut hilang juga. Dia bersihkan semuanya. Semakin terlihat betapa kakak itu begitu menginginkan hal ini. Kami lunglai bersama diikuti hujan yang semakin deras. Dia berbisik mesra, “ terima kasih ya dik., kalo suatu saat kakak minta itu lagi gimana dik?” “dengan senang hati kak…” Segera kubersihkan semuanya dan memakai semua pakaianku dan kembali lagi kerumah cewekku dengan disertai ciuman mesra di bibir olh kakaknya. Terima kasih kak..

Related Post