Cerita Sex

TANTE ENDANG BIKIN MERANGSANG

Itu hanya terjadi hari bbrp lalu, ketika suaminya kembali bertugas Mbak Endang luar kota selama empat hari. Cuman sayangnya, saya hanya bisa exe dengan Suster Endang hanya sehari, karena hari-hari lainnya meskipun tanpa suami, tapi tidak ada ibu mertua Ibu Endang dirmhnya.

Sebagai hasilnya, kami hanya punya waktu untuk “bergulat” Dari pagi sampai sore, dan bahkan kemudian berada dihotel. (Mending daripada tidak sama sekali) Tidak sengaja, hari itu saya bertemu Suster Endang diwarung dekat rumah. Akhirnya kami mengobrol sebentar, dan Ms. Endang mengatakan bahwa jika suaminya berada di luar kota, tapi di rumah ada ibu mertua. Saya mengerti maksud dari Endang Mbak ini. Tentunya ia ingin merasakan kenikmatan dari saya.

Kecurangan cerita sex | Akhirnya kami menyusun rencana, yang besok Ibu Endang mengatakan selamat tinggal kepada ibu mertua saya untuk pergi mengurus katering pesanan, dan semua pelanggan rumah untuk mengajar memasak. Keesokan harinya, setelah menunggu berita dr Endang Bu, akhirnya jawaban itu datang bantuan.

Ibu Endang mendapat izin keluar sehari untuk mengurus pekerjaannya.

Baca Juga: Ngentot Dengan Ibu Guru Yang Hot

“Mas, pulang sekarang ya .. Sudah dapet izin dari Mama mertua. Tapi aku alasannya, Mas nganterin. Jadi biarkan dia senjata yang mencurigakan.”, Kata Ibu Endang saat dia menelepon saya.
“Oh … sekarang ya …? Oke, saya di sana. Sampai apa?”, Tanya saya.
“Ambil aja mobil saya, Mas.”, Katanya.

Aku menutup telepon, saya langsung bersiap2 dan berjalan menuju rumah yang tidak jauh Mbak Endang dr saya. Dsna sudah menunggu tamu iruang, Ms. Endang dan ibu mertua. Sejak itu dikenal juga dengan ibu mertua Ibu Endang, tidak sulit mennjawab semua pertanyaan yang saya bertanya. Dan beruntung, ibu mertua percaya bahwa dengan smua mengatakan.

Setelah mendapat ijin, kami segera meluncur. tengah jalan kita ingin membahas kmn dan di mana hotel. Karena, Ms. Endang masih takut ketika masuk ke hotel2 disekitaran kota ini. Akhirnya Setuju kita ke sebuah hotel yang terletak sekitar 20km dr kota kami, menuju dataran tinggi. (Bagi mereka yang PNH ke Bany * wangi, pasti tahu Alas Kumitir, dan di daerah yang disebut Kalib * ru ada dsna pondok.) Kami segera melaju ketmpt TSB, dan CI segera pukul 7 pagi. Kami hanya memesan untuk sewa 12 jam. Karena rencana kami kembali sekitar 5-6 pm.

Setelah CI, kami cepat datang ke ruang bahwa mereka akan menyelesaikan fasilitas. Segera kami pesan BF (Breakfast ya, BKN Blue Film …) melalui telepon, dan ruang sarapan ini. Setelah sarapan, kami ngobrol2 saat. Setelah pembicaraan, Ms. Endang duduk di tempat tidur menonton acara musik di TV, sementara aku masih berbaring di sampingnya. Aku menatapnya yang mengenakan T-shirt dan celana jeans ketat. Bercanda, saya mengetuk pantat sesekali, gemuk itu.

Mngkn karena sudah terangsang atau apa pun, Mbak Endang ikutan berbaring di sampingku. Kami berbaring berdampingan. Dia menatapku, dan aku menatapnya. Akhirnya, kami berciuman lembut. Semakin lama, Ibu Endang melumat bibirku liar. Kadang-kadang mengisap lidahnya. Saat berciuman, kemeja kusingkap dia kenakan, dan meremas payudara montoknya. Dia masih mengenakan bra. Perlahan-lahan aku melepas bra kait dr blkng, dan terlepaslah … gunung yang besar akhirnya bernafas lega.

Masih mengenakan kemeja tanpa bra, kuremas2 payudara Mbak Endang. Lalu aku berbaring di punggungnya, dan aku melepas kausnya. Benar-benar indah … .. Payudara besar, putih, kenyal, dengan puting coklat muda. Segera, saya merokok puting menggoda. Saya bermain dengan lidah saya sampai Suster Endang mendesah pelan. Bbrp menit aku netek, akhirnya aku berhenti tergantung proses minum susu. Aku membiarkan Ms. Endang off celananya bawah CD-nya. Sementara saya sendiri jg melepas semua pakaian saya, dan melemparkannya sembarangan.

Kami berdua telanjang. Kembali Mbak Endang aku mencium payudara dan puting saya merokok sesekali. lidahku menjilati lagi merayap ke bawah. Kujilati daerah selangkangan Mbak Endang membersihkannya. Kemudian, aku memotong tepat bibir vagina jilatanku. Hmmm … .wangi sekali …. Memang, Ms. Endang bau vagina harum, seperti tidak ada kebnykn vagina lainnya. Mngkn untuk perawatan yang dilakukan Mbak Endang sangat rutin. Jembinya bulu dicukur, mereka tampak vaginanya indah jelas Ms. Endang. Aku membuka bibir vaginanya dengan jari saya, dan menaruh lidahku perlahan2 dalamnya.

Ibu Endang terdengar mendesah, saat lidah saya ke dalam lubang. Lalu, saya bermain Suster Endang klitoris dengan lidah, dan itu membuat Kujilat2 kecil Mbak Endang menggelinjang geli.

“Ugghh … ..mazz … ..ahh ….”, Dia mendesah setiap kali aku menyentuh klitorisnya dengan lidah saya.

Aku cukup untuk menikmati Mbak Endang vaginanya lama, karena vagina adalah khusus bagi saya. Bbrp menit kemudian, adegan kusudahi jilmek tsb. Krn Mbak Endang memiliki Vagina basah. Ibu Endang msh dlm posisi terlentang. Segera setengah kududuki dada, dan saya ayam kujepitkan sudah tegang di tengah2 belahan dada montok mulut Ibu Endang ini. Ibu Endang segera dijepit penisku, dan aku bergerak maju mundur perlahan.

Segera, ayam kusodorkan menghadapi Ms. Endang, tepatnya ke arah mulutnya. Ibu Endang hanya menyedot kepala penisku. Kemudian, dikulumnya penisku sampai penisku hampir masuk ke mulut Ibu Endang semua. Setelah itu, kembali kujepitkan penisku, dan aku bergerak maju mundur. Setelah menit bbrp, Mbak Endang meminta saya kembali. Saya menurut saja.

Dan kemudian, Ibu Endang kembali menghisap penisku liar. Tidak cukup lama Mbak Endang menikmati penisku, dia langsung disematkan saya. Dia mengambil penisku dan diarahkan bibir vaginanya. Digesek-grit saat dan dimasukkannya kepala penisku. Ibu Endang mendesah ketika penisku perlahan mulai memasuki vaginanya. Dia menekan ke bawah sampai benar-benar tenggelam dalam ayam dalam vagina Suster Endang hangat dan lembut.

Setelah itu, Ibu Endang bergoyang naik dan turun seperti kuda. Semakin lama goyangan lebih cepat Ms. Endang, kadang-kadang ia bergerak pinggulnya memutar jg.

“Agghhh … ..agghhh ……… Mas … Ugghh ……”, etak ihnya sambil terus kocok penisku.
“Ohhh … ..maz … .enak … sekali … mass … ..agghh … …”, dia mengerang tak henti-hentinya.

Aku hanya pasrah mengikuti menerima kematian goyangan Ms. Endang sementara kuremas meremas payudaranya.
Tak lama kemudian, Ibu Endang smakin gerakan cepat.

“Aggh … .mas … ..aku … keluarrr … ..agghh …… ..m ppphhhh ….”, Dia mengerang dengan gerakan teratur.

Tak lama kemudian, Ibu Endang menekan dirinya terhadap saya, dan goyang melemah.

“Aahh …… agghh ……”, desahnya.

Rupanya Ibu Endang merasakan orgasme.

Sekarang, aku bergoyang naik dan turun mencoba menusuk2 Vagina Mbak Endang yang sedang menikmati orgasme pada tubuh saya.

Selain itu, dengan penis masih bersarang di vaginanya, aku berbaring telentang dan aku di atas. Lembut mencium bibirnya, lau pelan2 panisku aku mendorong kembali ke dalam vaginanya. Mbak endang tampak memejamkan mata dan mendesah sambil menikmati gesekan penisku di rongga vaginanya. Kemudian, aku pindah lebih cepat. Ibu Endang menatap mataku dengan keenakan wajah mupeng. Aku lebih bersemangat. Mbak Endang terus tubuh kugoyang.

“Ugghh …… teruss … massss … ..agghhh … ..”, Rinti hnya.

Tak lama kemudian, aku menarik penisku.

“Mbak, mencoba anal ya … ok?” Saya bertanya.
“… Asal He’em perlahan sebelum ya …”, katanya.

Segera saya membuka kaki saya lebar Mbak Endang, dan di bawah kuganjal pantatnya dengan bantal sehingga penetrasiku di dalam lubang anusnya akan lebih parah. Karena penisku sudah licin dan basah dengan orgasme cairan Endang Mbak, coba saja lubang pantat menmbus. Sempit ….
Perlahan tapi pasti, kepala penisku sudah masuk ke dalam lubang. Kemudian, kidiring perlahan menjadi setengah.

“Uhhhh …… sakit … mas ….”, Dia mengerang.
“Ya … Aku perlahan tapi bekas luka …” jawabku.

Perlahan, aku mendorong penisku masuk hmpr seluruh batangku. Aku bergerak maju dan mulai mundur perlahan.
Sementara itu, Ibu Endang mulai eksplorasi sibuk mengklik klitorisnya dengan jari.

“Agghhh …… ..Mass ..ohhh …… …… ..”, desah nya.

Dia tampak menikmati. Tak lama kemudian, aku menarik kembali penisku.
Lalu, saya bertanya Suster Endang untuk nungging. Dia juga mengundurkan diri.

Aku meletakkan penisku kembali ke dl vaginanya, dan saya mendorong-dorong ke pelumas vagina dr cairan mengolesi penisku. Kelubang ditarik keluar dan menempatkan pantatnya. kali ini lebih lancar DRPD yang sebelumnya. penisku masuk dan keluar dengan lancar. Kepala Mbak Endang membungkuk, tangan kirinya untuk merangsang klitoris itu sendiri.

“Ahh …… ..Agghhh ………”, keluhnya.

Ibu Endang tampak menikmati sekali. Hanya sekali dia punya anal, tp sudah bs menikmatinya. Setelah bbrp lama, mengeluarkan penisku. Lalu aku berbaring dia dalam posisi menyamping menoleh padaku. Aku mengangkat kaki kiri saya, dan saya menaruh penisku kembali ke dalam lubang pantatnya.

“Mppphh … mpphh .uhhhh …… ……”, desahnya manja.

Ibu Endang tampak masih menjajaki klitorisnya dengan jari-jari Anda.

Bbrp menit kemudian …

“Mass … .aku … keluar … ..massss aggghhh … .. …… ..”, dia mengerang lagi.

Segera aku meletakkan penis saya ke dalam vagina, untuk merasakan kehangatan dari Suster cair Endang dioleskan di seluruh penisku.
Matanya tertutup, dan dia mengerang panjang dan keras. Tanda dia mencapai orgasme keduanya.

Setelah orgasme, kami berdoggy-ria kembali.
Aku mengubur penisku ke dalam vaginanya. Kusudahi anal saat ini.
Saya mendorong penisku bolak-balik dalam vaginanya dengan cepat. Pp sampai satu menit, Ms. Endang ingin mengisap penisku katanya.

“Mas … di sini saya semut digunakan ….”, Katanya.

Segera aku menarik penisku, dan kemulutnya kusodorkan. Ia kembali mengisap penisku. Tidak cukup lama memang. Lalu, kembali kali ini terlentang kutidurkan. Mot lagi. Krn Mbak Endang tidak benar-benar seperti gaya aneh2. MOT begitu pilihan akhir.
Aku membuka kakinya, dan menempatkan penis saya ke vaginanya yang terlihat kemerahan dan lembab.
Segera aku bergerak cepat, untuk keluar lahar panas saya.

“Dikeluarin mana, Mbak …?” Saya bertanya.
“Tulis didalem, massa … ..cepetan …”, katanya.

GILAA … ..nie binor dimuncratin mencintai vagina sperma … !!!
Akhirnya, saya bergerak cepat untuk otot-otot saya tampak bergerak-gerak.
Dan….
CROOTT … CROOTTT … CRROOOTTT … .cRROTTT … !!!!

Sperma memenuhi rongga vagina Mbak Endang. Kemudian, aku menarik, dan kemulutnya kusodorkan. Ibu Endang segera menjilat. Dan menghisap kepala penisku. Pastikan tidak ada sisa dr lelehan sperma menulis sebuah lubang kecil di ambang kepala penisku.
Sangat menyenangkan………!!!!

Aku melihat setelah itu, sperma sebagian meleleh keluar dari vagina Mbak Endang.

Kemudian, aku akan merosot di sampingnya. Mbak Endang memeluk, dan ia menyandarkan kepalanya di dadaku. Spt layaknya suami istri …

Meskipun suaminya sedang pergi bertugas … Saya penerus …

“Keluarnya begitu banyak yang …”, katanya.
“Hehehehe … .Ohh..ya, gmn adalah analnya?”, Tanya saya.
“Sebuah sih..tapi sakit sedikit koq enak …”, dia menjawab dengan tenang.
“Pertama kalinya Anda?” Saya bertanya.
“Tidak ada jg. Suami saya juga kadang2 seperti itu. Hanya ga lama.”, Katanya.
“Ohh …. PLG ya nanti sore. 5 jam yang tepat sesuai rencana?” Saya bertanya.
“He’em … mas.” Jawbnya.

Setelah itu, kami beristirahat untuk sementara waktu, dan ketika ia bangun kami kembali mengulang adegan. Dosa telah tidur dengan istri orang lain. Tapi itu adalah istri yang meminta, jadi ya cerita lain.

nikmat penting menulis. Dimana Ibu Endang cukup lg. Sapa jg ga inginkan.
Setelah 3 ML, kami juga kembali ke rumah pada 5:00.
Entah kpn lagi saya akan memiliki kesempatan untuk menikmati tubuh Mbak Endang, binor

Related Post