Cerita Sex

Kisahku Bersama Mba Sus Pemilik Kost

Kisahku ini yaitu peristiwa riil tanpa ada saya rekayasa sedikitpun!. Kisahku berawal satu tahun waktu lalu saat rekanku (Arman) mengajakku temaninya transaksi dengan rekannya (Heru). Saya terangkan saja tentang ke-2 orang itu terlebih dulu.

Cerita Bokep – Mesum Bersama Gadis Sekolah SMA

Arman yaitu rekan kuliahku serta dia seseorang yang rajin serta ulet termasuk juga dalam soal melakukan bisnis meskipun dia masih tetap kuliah. Heru yaitu rekan kenalannya yang seseorang anak bekas pejabat tinggi yang kaya raya (saya tidak paham apakah kekayaan orang tuanya halal atau hasil korupsi! ).

Februari 2016 waktu lalu Heru tawarkan sebagian koleksi lukisan serta patung (Heru sudah tahu tentang usaha Arman terlebih dulu) punya orang tuanya pada Arman, koleksi lukisan serta patung itu berumur tua. Arman tertarik tapi dia memerlukan kendaraan saya karna kendaraannya tengah digunakan untuk mengangkut almari ke Bintaro, oleh karenanya Arman mengajak saya turut serta saya juga sepakat saja.

Baca Juga: PERAWATKU YANG SEKSI

Butuh saya terangkan terlebih dulu, Heru jual koleksi lukisan serta patung itu, oleh Arman diprediksikan membelinya karna Heru seseorang pecandu putaw serta memerlukan uang penambahan.

Esok harinya (hari Minggu), saya serta Arman pergi menuju tempat tinggal Heru di lokasi Depok. Setelah tiba dimuka pintu gerbang 2 orang satpam jalan ke arah kami serta bertanya maksud kehadiran kami.

Sesudah kami terangkan, mereka mengijinkan kami masuk serta mereka menghubungi Heru lewat telepon. Saya memarkir kendaraan saya serta saya kagum pada halaman serta tempat tinggal Heru yang sangat luas serta indah,

“ Begitu kayanya orangtua Heru” bisik dalam hatiku. Kami mesti menanti sebentar karna Heru tengah makan.

Sembari menanti, kami bicara dengan satpam. Dalam perbincangan itu, seseorang satpam bercerita bila Heru itu seseorang playboy serta sukai membawa wanita malam-malam ke tempat tinggalnya saat orang tuanya tengah pergi. Sesudah menanti selang 10 menit, pada akhirnya Heru datang (saya yang baru pertama kalinya memandangnya mesti mengaku kalau Heru mempunyai muka yang sangat rupawan, walaupun saya juga seseorang lelaki serta bukanlah seseorang homo! ). Arman mengenalkan saya dengan Heru. Kemudian Heru mengajak Arman masuk ke tempat tinggal untuk lihat patung serta lukisan yang juga akan di jualnya.

Saya bingung apakah saya mesti ikuti mereka atau tetaplah duduk di pos satpam. Sesudah mereka jalan sekitaran 15 mtr. dari saya, seseorang satpam menyebutkan baiknya anda (saya) turut mereka saja dari pada jemu menanti disini (pos satpam). Saya juga jalan menuju tempat tinggalnya. Saat saya masuk, saya tidak lihat mereka sekali lagi.

Saya cuma lihat satu ruang yang luas sekali dengan satu tangga serta sebagian pintu ruang. Saya bingung apakah saya baiknya naik ke tangga atau mengelilingi ruang itu (sesungguhnya mungkin saya teriak menyebut nama Arman atau Heru tapi aksi itu begitu tidak sopan! ).

Pada akhirnya saya mengambil keputusan untuk mengelilingi ruang itu dengan keinginan bisa menjumpai mereka. Sesudah saya mengelilingi, saya tetaplah tidak bisa temukan mereka. Tapi saya lihat satu pintu kamar yang pintunya sedikit terbuka.

Saya menduga mungkin saja saja mereka ada didalam kamar itu. Lantas saya buka sedikit untuk sedikit pintu itu serta begitu terkejutnya saya saat saya lihat seseorang anak wanita tengah tertidur dengan daster yang tidak tebal serta cuma menutupi sisi atas serta sisi selangkangannya.

Basic otak saya yang telah kotor lihat panorama paha yang indah, pada akhirnya saya masuk kedalam kamar itu serta tutup pintu itu. Saya lihat seputar kamar itu, kamar yang luas serta indah, sebagian helai baju SMP berantakan ditempat tidur, serta photo anak itu dengan Heru serta seseorang lelaki tua serta wanita tua (mungkin saja photo orang tuanya).

Anak wanita yang begitu cantik, manis serta kuning langsat! lantas saya mengambil langkah lebih dekat sekali lagi, saya lihat sebagian buku pelajaran sekolah serta tulisan namanya : Vina kelas 10 C. Masih tetap kelas 10! bermakna usianya baru pada 15-16 th.. Lantas saya fokus pandangan saya ke arah pahanya yang kuning langsat serta indah itu!.

ngin rasa-rasanya menjamah paha itu tapi saya sangsi serta takut. Saya menambah pandangan saya ke arah dadanya serta lihat cetakan pentil susu di helai dasternya itu. Dadanya masih tetap kecil serta ranum serta saya ketahui dia tentu tidak menggunakan baju dalam (BH atau kutang) dibalik dasternya itu!.

Berwajah begitu imut, cantik serta manis! Pada akhirnya saya membulatkan tekad meraba pahanya serta mengelusnya, astaga…. mulus sekali! Lantas saya menambah sedikit sekali lagi dasternya serta terlihatlah satu celana dalam (CD) warna putih. Saya meraba CD anak itu serta menarik sedikit karet CDnya, lantas saya mengintip kedalam, ….

Astaga! tak ada bulunya! Jantung saya berdetak kencang sekali serta keringat dingin mengalir deras dari badan saya. Lantas saya mencium Cdnya, tak ada bau yang tercium. Lantas saya menarik sedikit sekali lagi dasternya ke atas serta terlihatlah perut serta pinggul yang ramping padat serta mulus sekali tidak ada kotoran di pusarnya! Mengagumkan!

Otak porno saya juga begitu kreatif juga, saya membulatkan tekad untuk menarik perlahan tali dasternya itu, sedikit-seditkit terlihatlah beberapa dadanya yang mulus serta putih! menginginkan rasa-rasanya segera memegangnya, tapi saya bersabar, lantas saya menarik sekali lagi tali dasternya ke bawah serta pada akhirnya terlihatlah pentil Vina yang bewarna pink kecoklatan!

Jantung saya kesempatan ini merasa berhenti! Sayapun terasa badan saya jadi kaku. Jari sayapun mencolek pentilnya serta memencet dengan lembut payudaranya. Saya melakukankan dengan lembut, perlahan-lahan serta sedikit lama juga, sesaat Vina sendiri masih tetap tertidur nyenyak. Sesudah senang, saya menjilat serta mengulum pentilnya, merasa tawar.

Basic otakku yang telah hilang ingatan, saya juga nekat menarik semua dasternya perlahan-lahan kearah bawah hingga terlepas, hingga Vina saat ini cuma kenakan celana dalam (CD) saja! Saya memandangi badan Vina dengan penuh rasa mengagumi akan. Mendadak Vina sedikit bergerak, saya sangka ia terbangun, nyatanya tidak, mungkin saja tengah mimpi saja.

Saya mengelus badan Vina dari atas sampai pusar/perut. Senang mengelus-elus, saya menginginkan nikmati lebih dari itu! Saya menarik perlahan CD Vina ke arah bawah sampai terlepas. Saat ini Vina sudah telanjang bulat! Begitu indahnya badan Vina ini, gadis kelas 10 SMA yang sangat manis, imut serta cantik dengan buah dada yang kecil serta ranum dan vaginanya yang belumlah ada bulunya sehelaipun!

Lantas saya mengelus bibir vaginanya yang mulus serta lembek serta sayapun menciumnya. Merasa bau yang ciri khas dari vaginanya itu! Dengan ke-2 jari telunjuk saya, saya buka bibir vaginanya dengan perlahan, tampak dalamnya bewarna kemerah –merahan dengan daging di atasnya.

Saya menjulurkan lidah saya ke arah vaginanya serta menjilat-jilat vaginanya itu. Saya deg-degan juga lakukan adegan itu. Saya ketahui aksi saya dapat ketahuan olehnya tapi peristiwa ini susah sekali untuk ditinggalkan demikian saja! Benar sangkaan saya!

Ketika saya tengah asiknya menjilat vaginanya, Vina terbangun! Saya juga terperanjat 1/2 mati! Untung Vina tidak teriak tapi cuma tutup buah-dadanya serta vaginanya dengan ke-2 tangannya. Mukanya terlihat takut juga. Vina lantas berkata

“ Siapa anda, apa yang menginginkan anda kerjakan? ”. Saya segera memutar otak untuk keluar dari kesusahan ini!

Lantas saya menyebutkan pada Vina : “ Vina, saya lakukan ini karna Heru yang mengijinkannya! ”, kataku yang berbohong. Vina terlihat tidak yakin lantas berkata

“Tidak mungkin saja, Heru kakakku! ”. Pintar juga dia! Tapi saya tidak menyerah demikian saja.

Saya menyebutkan sekali lagi “ Vina, saya ketahui Heru kakakmu tapi dia miliki hutang yang sangat besar pada saya, apakah anda tega lihat kakakmu ikut serta hutang yang sangat besar? Apakah anda tidak kasihan pada Heru?, bila dia tidak melunasi hutangnya, dia dapat dipenjara ” kataku sembari berbohong. Vina terdiam sesaat.

Saya berupaya menentramkan Vina sembari mengelus rambutnya. Vina tetaplah terdiam. Sayapun dengan lembut menarik tangannya yang menutupi ke-2 buah dadanya. Dia nampaknya pasrah saja serta membiarkan tangannya ditarik oleh saya. Tampak sekali lagi ke-2 buah dadanya yang indah serta ranum itu! Saya mencium pipinya serta berkata

“Saya juga akan senantiasa mencintaimu, yakinlah! ”. Saya merebahkan badannya serta menarik tangannya yang beda yang menutupi vaginanya. Pada akhirnya dia menyerah serta pasrah saja pada saya. Saya tersenyum dalam hati. Saya segera cepat-cepat buka semua baju saya untuk selekasnya menyelesaikan “ pekerjaan “ ini (maklum saja, bila sangat lama, transaksi Heru dengan Arman usai, sayapun dapat ketahuan, ujung-ujungnya saya mungkin terbunuh! ).

Saya segera mencium mulut Vina dengan rakus. Vina nampaknya belum juga sempat ciuman terlebih dulu karna dia masih tetap kaku. Lantas saya mencium lehernya serta turun ke arah buah dadanya. Saya menyedot ke-2 buah dadanya dengan kencang serta rakus serta meremas-remas ke-2 buah dadanya dengan begitu kuat, Vina nampaknya kesakitan dengan juga remasan saya itu, Sayapun menarik-narik ke-2 pentilnya dengan kuat!

“Sakit kak “ kata Vina. Saya tak akan mendengar rintihan Vina. Saya mengulum serta menggigit pentil Vina sekali lagi sembari tangan kanan saya meremas kuat pantat Vina. Sesudah senang, saya membalikkan tubuh Vina hingga Vina tengkurap.

Saya jilat semua punggung Vina hingga ke pantatnya. Saya remas pantat Vina kuat-kuat serta saya buka pantatnya sampai tampak anusnya yang bersih serta indah. Saya jilat anus Vina, merasa asin sedikit! Dengan jari telunjuk saya, saya tusuk-tusuk anusnya, Vina terlihat merintih atas aksi saya itu.

Saya angkat pantat Vina, saya remas sisi vagina Vina sembari ia nungging (tempat saya di belakang Vina). Vina telah seperti boneka mainan saya saja!. Sesudah senang, saya balikkan sekali lagi badan Vina hingga ia terlentang, saya naik ke atas kepala Vina serta menyodorkan penis saya ke mulut Vina.

“ Jilat serta kulum! ” kataku. Vina sangsi juga awal mulanya, tapi saya selalu membujuknya serta pada akhirnya ia menjilat juga.

Penis saya merasa enak serta geli juga dijilat olehnya, seperti anak kecil yang menjilat permen lolipopnya.

“Kulum! ” kataku, dia lantas mengulumnya. Saya dorong pantat saya hingga penis saya masuk lebih dalam sekali lagi, nampaknya dia seperti ingin muntah karna penis saya menyentuh kerongkongannya serta mulutnya yang kecil terlihat susah menelan beberapa penis saya hingga ia susah bernapas juga. Sembari ia mengulum penis saya, tangan kanan saya meremas kuat-kuat payudaranya yang kiri sampai tampak sisa merah di payudaranya.

Saya segera melepas kuluman itu serta menuju ke vaginanya. Saya jilat vaginanya sepuas mungkin saja, lidah saya menusuk vaginanya yang merah pink itu lebih dalam, Vina menggerak-gerakkan pantatnya kiri-kanan, atas-bawah, tak tahu karna kegelian atau mungking ia menikmatinya juga. Sembari menjilat vaginanya, ke-2 tangan saya meremas-remas pantatnya.

Pada akhirnya saya menginginkan menjebol vaginanya. Saya naik ke atas badan Vina, saya sodorkan penis saya ke arah vaginanya. Vina terlihat ketakutan jSaya Erwin mahasiswa di satu diantara Universitas di Yogyakarta, datang dari keluarga sederhana di kota diluar jogja. Di jogja ini saya tinggal ngekos di satu dusun dekat dengan universitas dan rata-rata tempat tinggal di sini memanglah dijadikan kos-kosan, baik buat putri ataupun putra.

Cerita Bokep – Melakukan Seks Dengan Teman Cewek Di Belakang Kost STREAMING !!!

Kosanku ada didaerah sisi belakang dusun dan di bagian depanku ada kos putra, selain ada kos putri, dan di belakang ada kos putri yang ditempati 7 orang. Yang juga akan saya katakan di sini yaitu pengalamanku dengan penghuni kos putri yang ada di belakang kosku.

Singkat cerita saya serta penghuni kos putra yang lain memanglah telah kenal serta lumayan akrab dengan penghuni kos putri belakang, jadi jika ada yang butuh pertolongan tinggal katakan saja.

Saya seringkali sekali main ke kosan putri itu sekedar untuk bebrapa bercakap saja diruang tamunya, itupun bila dikosanku sekali lagi sepi, maklum saja saya sendiri yang angkatan tua yang hampir tidak ada kerjaan, sedang yang lain masih tetap repot dengan kuliah serta beberapa aktivitas yang lain.

Karena sangat biasanya saya main ke kosan belakang, ke-7 cewek penghuninya sangatlah punya kebiasaan dengan kehadiranku di sana, serta ada satu orang cewek bernama Bunga, tingginya sekitaran 165cm, beratnya sekitaran 50kg, kulitnya kuning, ukuran Branya mungkin saja hanya 34A, sempat setelah mandi masih tetap dengan balutan handuk sejengkal di atas lutut dia lewat didepanku dengan santainya. Saya yang masih tetap begitu normal jadi lelaki pernah melongo lihat pahanya yang mulus nyatanya, serta dia cuek saja nampaknya.

Hingga satu hari, pada saat berlibur UAS sekitaran mendekati sore waktu saya datang ke kosan belakang seperti umum, di sana cuma ada Bunga sendiri, dia menggunakan daster bunga-bunga tidak tebal selutut, dia tengah dimuka computer dikamarnya yang terbuka pintunya, kupikir dia sekali lagi kerjakan pekerjaan.

“lagi ngapain, Bunga? Yang laen kemana? ” tanyaku dimuka pintu,
“eh Mas Erwin, sekali lagi jemu nih, sekali lagi ngegame saja, yang laen kan mudik mas, trus Mbak rina kan KKN pulangnya malem terus” jawabnya sembari masih tetap memainkan mousenya

“masuk mas”.
Saya juga masuk serta duduk di karpetnya
“ memang anda gak mudik juga Bunga? ”
“aku kan ngambil SP (Semester Pendek) mas, males klo mesti ngulang reguler” jawabnya.
“lagi ngegame apa sich? ” tanyaku lagi

“ini nih maen monopoly, setelah yang ada hanya ini” sembari mengubah tempat kakinya bersila serta pernah memerlihatkan pahanya, akupun melongo sekali lagi di hidangkan pahanya itu, hingga pada akhirnya dia sadar serta sembari tutup pahanya dia katakan

“hayo ngliatin apa? ”
“eh ngga, gak liat apa-apa” jawabku gelagapan
“hayooo ngaku, tentu nafsu ya, dasar cowo” dia bilang
“yeee janganlah cowo saja donk yang salah, yang buat nafsu kan cewe” kataku membela diri
“wuuu ngeles aja” dia katakan sambil meneruskan gamenya barusan, “eh mas punya film gak? BT nih”
“film apa ya? Yang di tempatku kan dah di lihat semuanya” jawabku
“yaaah apa saja deeeh” dia memohon
“apa dong, ya memang udah tak ada lagi, ada pula bokep tuch klo mau”
“mau dong mas mau” dia bilang
saya kaget mendengar itu segera bilang
“beneran nih, nanti kepengen ribet lagi”
“udah sana ambilin, saya iseng ni mas”
“tapi nontonnya bareng ya” kubilang
“iihh gak ingin ah, nanti jadi mas Erwin ingin, bisa diperkosa aku”
“ga bakalan atuh sampai kaya gitu, ingin diambilin gak nih? Tapi nonton bareng ya”
“iya deh, ambillah sana” pintanya.

Secepat-cepatnya saya lari ke kos lantas mengcopy bokep yang berada di computer dikamarku, saya copy yang bagus-bagus saja, setelah usai saya segera lari ke kamar Bunga serta menyerahkannya. Bunga juga segera mengcopy yang berada di flashdiskku.

Kamipun menontonnya, saya duduk ada disamping kirinya, serta dia duduk sambil memegang bantal. Kami tidak ada bicara waktu film itu di mulai. Baru sebagian menit melihat, saya mulai horny karna baru kesempatan ini saya nonton bokep sama cewek yang bukanlah pacarku berdua saja, kontan saja akupun agak-agak salah tingkah bertukar-ganti tempat duduk untuk menutupi kontolku yang telah berdiri tegang.

Tidak berapa lama kelihatannya diapun mulai rasakan hal yang sama, nafasnya mulai tidak teratur serta agak berat seperti ada yang ditahan, duduknya juga mulai bertukar tempat serta saat ini bersila sembari memeluk bantalnya itu. Kalau saya yang jadi bantalnya, hmmmmm. Pada akhirnya saya membulatkan tekad ajukan pertanyaan.

“kenapa, Bunga? hayoo”
“apaan sich, gak kenapa-napa ko, mas tuch yang mengapa dari barusan gerak-gerak selalu? ” dia merengut
“ yahhh, namanya juga nonton bokep An, nontonnya sama cewek manis berdua saja lagi” kubilang
“emangnya mengapa klo nonton ma cewek berdua aja”, kelihatannya dia memancingku
nekad saja saya bilang

“ya, jadi kepengen lah jadinya”
“tuuh kan bener yang saya katakan tadi” Dia melanjutkan
“ mas Erwin sukai ya begituan? ”
serta saya jawab asal
“ya sukalah, enak sih”

“lah anda sendiri sukai nonton bokep ya? Dah dari kapan? Jangan-jangan anda juga telah sekali lagi? ” segera saya cecar saja sekalian

“iihhh, apaan sih” dia katakan,
“udahhh ngaku ajah, telah sempat kan? jika telah juga gak ayah, rahasia aman kok, hehe” saya cecar terus
“mmmm tau ah” dia malu nampaknya, lalu dia mengalihkan serta bertanya
“mas Erwin klo begituan sukai jilatin kaya gitu mas” sembari menunjuk adegan cowok sekali lagi jilatin memek cewek

“iya, sukai, di oral juga sukai, mengapa? Ingin ya hehehe”
“ihhhh orang hanya nanya” jawabnya malu-malu
“kamu emangnya belom sempat di oral kaya gitu Bunga? ”

“belom lah, saya sebenernya sempat ML 2 kali, tp cowokku gak sempat tuch ngejilatin ‘itu’ku, saya selalu yang diminta isepin ‘anu’nya “ pada akhirnya dia ngaku juga
“ wahh keenakan cowokmu donk, diisep selalu kontolnya ma anda, dah jago dunk, jadi ingin, hehe”

“wuuu sana ma pacarmu sana” katanya
“pacarku kan jauh Bunga” jawabku.

Saya segera berubah merapatkan diri selain dia
“Bunga, ingin saya jilatin memeknya gak? ” saya segera saja setelah telah gak tahan. Dia diam saja, saya cium pipinya diapun menghadapkan mukanya kearahku, saya dekatkan bibirku ke bibirnya serta kamipun berciuman dengan begitu bernafsu. Tangan kiriku mulai meraba toketnya, diapun melenguh “mmmh” sembari tetaplah berciuman.

“Bunga, telah lama saya pingin merasakan ngentot sama kamu” kataku
“aku juga mas, saya kan seringkali mancing mas Erwin, tapi mas kayanya gak ngerasa” dia bilang
“ihh pakai mancing-mancing semua, kan tinggal ajak saja saya tentu mau”
“yeee masa saya yang ajak” tuturnya manja sembari menggelayutkan tangannya dileherku
“berarti bisa dong memeknya saya jilat” sembari kuturunkan tanganku ke memeknya yang masih tetap terbalut dasternya
“lom diijinin saja tangannya telah megang memekku nih” sembari tersenyum lalu menciumiku.

Saya segera melumat bibirnya sembari mengangkat dasternya sampai tanganku serta memeknya cuma dibatasi CD tidak tebal saja. Bunga telah mulai memasukkan tangannya dalam celana (waktu itu saya cuma memakai celana boxer) serta CD ku hingga menyentuh kontolku serta lalu mengelusnya lembut.

“mmmhhh Bunga sayang”
Saya buka kaosku lantas melepas dasternya sekalian sampai tersisa CD serta bra nya saja.
“kamu seksi Bunga”
“mas Erwin juga kontolnya gede, Bunga sukai banget, Bunga isep ya? ”
“iya Bunga, saya juga gak sabar pingin memek kamu”

Akupun berdiri, Bunga memelorotkan celana sekalian CDku hingga kontolku seperti melompat kedepan mukanya karena sangat tegangnya, Bunga sedikit kaget waktu lihat kontolku yang mempunyai panjang sekitaran 16 cm.

“mas, gede ih, pacarku gak segede ini kontolnya”
Waktu dia telah buka mulutnya menginginkan melahap kontolku, saya segera menariknya sampai berdiri
“sebentar sayang, dah gak sabaran ingin isep ya? ”
Bunga mengangguk manyun
“kita 69 yuk sayang”
Saya buka tali bra nya serta lantas cdnya kuturunkan, tampak bersih memeknya tanpa ada jembut.
“memek anda bersih sayang”
“baru kemaren saya cukur mas, setelah sukai gatel jika ada bulunya, mas sukai ngga? ”
“suka banget sayang” sembari kuciumi memeknya.

B unga naik ke kasurnya dengan tempat kemampuanng mengundangku, akupun naik serta memposisikan kontolku bertemu dengan mukanya lantas mukaku dimuka memeknya.
Saya mulai menjilati memeknya dengan lembut, Bunga tanpa ada sangsi memasukkan kontolku ke mulutnya serta mengocoknya perlahan-lahan.

“oughhh, mmmhhh Bunga sayang” memek Bunga merasa begitu legit saya menjilati klitorisnya yang kemerahan
“hmpffhhh…. mmmpphhh” Bunga melenguh

Sekitaran 5 menit kami di tempat ini, kami telah keduanya sama tidak tahan, saya merubah tempatku ada diatas badan kemampuanng Bunga serta mengarahkan kontolku ke memeknya. Memeknya telah agak basah sesudah oral barusan, saya menggesek-gesekkan kontolku sesaat
“ohhhh, masukin masku sayang, Bunga gak tahan sekali lagi mmmmhhh”

Saya suka mendengarnya memohon minta di entot. Saya mengutamakan kontolku perlahan-lahan, baru kepalanya yang masuk, sedikit susah, saya hentakkan sedikit, Bunga menggigit bibirnya, serta pada akhirnya kontolku berhasil masuk lubang senggamanya, sempit serta seret rasa-rasanya membuatku rasakan kesenangan waktu saya awal bercinta dengan pacarku, tetapi ini merasa lebih mungkin saja karna lebih menantang.

Saya memompa memeknya perlahan, Bunga ikuti pergerakanku dengan menggerakkan pinggulnya mengarahkan memeknya. Saya genjot selalu sembari kupeluk Bunga serta menciumi bibirnya yang merah basah.

“mmh. Hmmpppf…. sayang enak banget sayang, memek anda sempit banget, kontolku kaya dipijet-pijet”
“ he emh mas, oughhh selalu mas, masukin selalu mas, agar Bunga jepit kontolnya, ahhhhh” bicaranya terengah-engah

Saya menggenjot selalu hingga pada akhirnya kontolku amblas di dalam memeknya. Saya makin cepat memompa liang senggamanya.

“ahhh,, ohhhh, masku,,, ohh,, entot saya ohh.. enak banget mas sayang, Bunga pingin oohhhhh dientot mas selalu, mari ooougghhh” Bunga telah tidak karuan omongannya karena sangat menikmatinya.

15 menitan kami bercinta dalam tempat itu serta saya memohonnya nungging untuk tempat doggy, Bunga menurut saja, saya masukan kontolku kememeknya sekali lagi serta saat ini telah agak lancar meskipun masih tetap merasa sempitnya seperti memeras serta menyedot kontolku masuk. Saya memegang pantatnya yang mulus bersih sembari saya pompa tidak sangat cepat, Bungapun memajumundurkan memeknya sampai seperti juga akan menelan kontolku semuanya serta begitu nikmat rasa-rasanya.

Saya percepat genjotanku di memeknya, Bunga sedikit berteriak kenikmatan
“auhh mas,, mmmhh selalu mas, enak ahhh…kontol mas…oohhh sayang”
Nafasku makin memburu serta bernafsu mendengar ocehannya itu buat genjotanku jadi begitu cepat

“sayang, saya kluarin di mana sayang…ah ah oughh”
“didalem…argh saja sayang auuhhh gak ayah, Bunga juga ingin keluar mmmhhh”
Genjotanku cepat sekali karna spermaku telah tidak tertahankan sekali lagi ingin keluar.
“arrrgghhh saya keluar sayanggg”

Serta waktu itu juga badan Bunga mengejang orgasme
“ahhhhhhh, saya juga ssssshh mas”

Saya muntahkan spermaku dalam lubang memek Bunga, saya memutar badan Bunga dengan kontol masih tetap tertancap di memeknya, saya memeluk serta menciumnya

“kamu hebat sayang, memek anda hebat jepitannya”
“mas Erwin juga”

Dibaca Juga Cerita Unik !!! Jenis-Jenis Makanan Yang Bisa Menurunkan Kolesterol
Dia mengajakku ke kamar mandi untuk bersihkan badan kami, dengan masih tetap telanjang kami keluar kamar serta menuju kamar mandi. Saya bersihkan semua badannya dengan perasaan sayang yang mengagumkan, serta diapun lakukan hal yang sama kepadaku.

Sesudah usai bersihkan badan kami, kami kembali kekamarnya serta menggunakan kembali baju kami, waktu itu dia katakan kepadaku
“makasih ya mas, telah ngasih kenikmatan untuk aku, enak banget ngentot sama anda mas”
“sama-sama sayang, besok-besok sekali lagi ya? ”
“siap mas. Muachh” jawabnya sembari menciumku
Akupun kembali pada kosku dengan hati begitu suka serta waktu ada peluang berdua kamipun melakukannya sekali lagi.

Atau waktu yang sama tidak tahan kami janjian ke hotel untuk memuaskan nafsu kami.Keluarga tempat kos saya mempunyai anak tunggal wanita yang telah menikah serta tinggal dirumah orang tuanya. Mbak Sus, sekian kami anak-anak kos menyebut, berusia sekitaran 35 th.. Tidak demikian cantik namun mempunyai badan bagus serta bersih.

Cerita Bokep – Kisahku Bersama Mba Sus Pemilik Kost

NONTON BOKEP INDONESIA
Menurut ibu kos, anaknya itu sempat melahirkan namun lalu bayinya wafat dunia. Jadi tidak mengherankan bila bentuk tubuhnya masih tetap mengundang selera. Kami berlima anak-anak kos yang tinggal dirumah sisi samping seringkali iseng-iseng membicarakan Mbak Sus. Wanita yang bila dirumah tidak sempat menggunakan bra itu jadi tujuan bercakap miring.

“Kamu tahu tidak, mengapa Mbak Sus hingga saat ini tidak hamil-hamil? ” bertanya Robin yang kuliah di tehnik sipil satu waktu.
“Aku tahu. Suaminya letoi. Tidak dapat ngacung” jawab Krus, anak tehnik mesin dengan tangkas.

“Apanya yang tidak dapat ngacung? ” bertanya saya pura-pura tidak paham.
“Bego! Ya penisnya dong”, kata Krus.
“Kok tahu bila dia sulit ngacung? ” saya menguber sekali lagi.

“Lihat saja. Stylenya klemar-klemer kaya wanita. Tahu tidak? Mbak Sus seringkali membentak-bentak suaminya? ” papar Krus.
“Kalian saja yang tidak tanggap. Dia sesungguhnya kan mengundang satu diantara, dua, atau tiga diantara kita, mungkin saja jadi semuanya, untuk membantu”, kata Robin.

“Membantu? Apa maksudmu? ” tanyaku tidak memahami ucapannya.
Robin tertawa sebelumnya berkata, “Ya menolong dia supaya selekasnya hamil. Dia mengundang otomatis. Saksikan saja, dia seringkali menunjukkan payudaranya pada kita dengan kenakan kaus ketat. Lalu tiap-tiap selesai mandi dengan cuma melilitkan handuk di tubuhnya lalu-lalang dimuka kita”

“Ah anda saja yang GR. Mungkin saja Mbak Sus tidak punya maksud begitu”, sergah Heri yang mulai sejak barusan diam.
“Nggak yakin ya? Mari siapa yang berani masuk kamarnya waktu suaminya dinas malam, saya jamin dia tidak juga akan menampik. Pasti”

Diam-diam ucapan Robin itu mengganggu fikiranku. Apakah benar apa yang dia katakan mengenai Mbak Sus? Apakah benar wanita itu berniat mengundang birahi kami supaya ada yang masuk perangkapnya?

Sepanjang satu tahun kos diam-diam saya memanglah sukai nikmati panorama yang tanpa ada tersadari seringkali buat penisku tegak berdiri. Terlebih payudaranya yang seperti berniat dipamerkan dengan semakin banyak berkaus hingga putingnya yang kehitam-hitaman terlihat menonjol.

Terkecuali payudaranya yang kuperkirakan memiliki ukuran 36, pinggulnya yang besar seringkali membuatku terangsang. Ah begitu mengasyikkan serta menggairahkan bila saja saya dapat memasukkan penisku ke selangkangannya sembari meremas-remas payudaranya.

Sesudah pembicaraan iseng itu saya jadi lebih memerhatikan gerak-gerik Mbak Sus. Bahkan juga saya saat ini berniat seringkali mengobrol dengan dia. Kulihat wanita itu tenang-tenang saja walau ketahui saya seringkali mengambil pandang ke arah dadanya sembari menelan air liur.

Satu saat saat jalan berpapasan tanganku tanpa ada berniat menyentuh pinggulnya.
“Wah.. maaf, Mbak. Tidak berniat.. ” kataku sembari tersipu malu.
“Sengaja juga tidak apa-apa kok dik”, jawabnya sembari mengerlingkan matanya.

Dari situ saya mulai menyimpulkan apa yang disebutkan Robin mendekati kebenaran. Mbak Sus memanglah berupaya memancing, mungkin saja tidak senang dengan kehidupan seksualnya dengan suaminya.

Semakin lama saya jadi bertambah berani. Sekian kali saya berniat menyenggol pinggulnya. Eh dia hanya tersenyum-senyum. Tindakan nakal juga kutingkatkan. Bukanlah menyenggol sekali lagi namun meremas. Sialan, reaksinya sama juga. Tidak salah bila saya mulai berangan-angan satu waktu menginginkan menyetubuhi dia.

Kesempatan itu sesungguhnya cukup banyak. Satu minggu 3x suaminya dinas malam. Dia sendiri sudah memberi sinyal tanda welcome. Hanya saya masih tetap takut. Siapa tahu dia miliki kelainan, yaitu sukai menunjukkan piranti badannya yang indah tidak ada kemauan beda.

Tetapi birahiku rasa-rasanya tidak tertahankan sekali lagi. Tiap-tiap malam yang ada pada bayanganku adalah menyelinap diam-diam ke kamarnya, menciumi serta menjilati semua badannya, meremas payudara serta pinggulnya, lalu melesakkan penis ke vaginanya.

Satu hari saat tempat tinggal sepi. Empat rekanku masuk kuliah atau miliki aktivitas keluar, ayah serta ibu kosku menghadiri pesta pernikahan kerabatnya diluar kota, sedang suami Mbak Sus ke kantor.

Saya mengobrol dengan dia di ruangan tamu sembari melihat tv. Awal mulanya pembicaraan cuma bebrapa masalah umum serta umum. Tak tahu memperoleh dorongan dari tempat mana lalu saya mulai ngomong agak menyerempet-nyerempet.

“Saya sesungguhnya begitu kagum pada Mbak Sus lo”, kataku.
“Kamu ini ada-ada saja. Memangnya saya ini bintang sinetron atau jenis. ”
“Sungguh kok. Tahu tidak apa yang kukagumi pada Mbak? ”
“Coba apa.. ”
“Itu.. ”
“Mana? ”

Tanpa ada bebrapa sangsi sekali lagi saya menyentuhkan telunjukku ke payudaranya yang seperti umum cuma dibungkus kaus.
“Ah.. anda ini. ”

Reaksinya semakin membuatku berani. Saya mendekat. Mencium pipinya dari belakang kursi tempat duduknya. Mbak Sus diam. Lantas ganti kucium lehernya yang putih. Dia menggelinjang kegelian, namun tidak berupaya menampik.

Wah, peluang nih. Saat ini sembari menciumi lehernya tanganku bergerilya dibagian dadanya. Dia berupaya menepis tanganku yang ngawur, namun saya tidak ingin kalah. Remasanku selalu kulanjutkan.

“Dik.. malu ah diliat orang”, tuturnya perlahan. Tepisannya melemah.
“Kalau demikian kita ke kamar? ”
“Kamu ini nakal”, katanya tanpa ada berupaya sekali lagi hentikan serbuan tangan serta bibirku.

“Mbak.. ”
“Hmm.. ”
“Bolehkah mm.., bolehkah bila saya.. ”
“Apa hh.. ”
“Bolehkah saya memegang susu Mbak yang gede itu? ”
“Hmm.. ” Dia mendesah saat kujilat telinganya.

Tanpa ada menanti jawabannya tanganku selekasnya menelusup ke balik kausnya. Rasakan begitu empuknya daging yang membukit itu. Kuremas dua payudaranya dari belakang dengan ke-2 tanganku. Desahannya semakin kuat. Lantas kepalanya disandarkan ke dadaku. Aduh mak, bermakna dia oke. Tanganku semakin semangat. Saat ini ke-2 putingnya ganti kupermainkan.

“Dik, tutup pintunya dahulu dong”, bisiknya dengan nada agak bergetar, mungkin saja menahan birahinya yang mulai naik.
Tanpa ada diminta 2 x secepat kilat saya selekasnya tutup pintu depan. Pasti supaya kondisi aman serta teratasi. Kemudian saya kembali pada Mbak Sus. Saat ini saya jongkok di depannya.

Mengungkap rok bawahnya serta merenggangkan ke-2 kakinya. Wuih, begitu mulus ke-2 pahanya. Pangkalnya terlihat menggunduk dibungkus celana dalam warna krem. Sembari menciumi pahanya tanganku menelusup di pangkal pahanya, meremas-remas vagina serta klitorisnya yang besar. Lidahku semakin naik ke atas. Mbak Sus menggelinjang kegelian sembari mendesah halus. Pada akhirnya jilatanku hingga di pangkal pahanya.

“Mau apa kau sshh.. sshh”, tanyanya lirih sembari memegangi kapalaku erat-erat.
“Mbak belum juga sempat dioral ya? ”
“Apa itu? ”
“Vagina Mbak juga akan kujilati. ”
“Lo itu kan tempat kotor.. ”
“Siapa katakan? ”

“Ooo.. oh.. oh.. ”, desis Mbak Sus keenakan saat lidahku mulai bermain-main di gundukan vaginanya. Terlihat dia keenakan walau masih tetap dibatasi celana dalam.

Serangan juga kutingkatkan. Celananya kepelorotkan. Saat ini piranti rahasia kepunyaannya ada dimuka mataku. Kemerahan dengan klitoris yang besar sesuai sama sangkaanku. Di sekitarnya ditumbuhi rambut tidak demikian lebat.

Lidahku lalu bermain di bibir vaginanya. Pelan-pelan mulai masuk kedalam dengan beberapa gerakan melingkar yang buat Mbak Sus semakin keenakan, hingga mesti mengangkat-angkat pinggulnya.
“Aahh.. Kau pandai sekali. Belajar dari tempat mana hh.. ”
“mm film biru serta bacaan porno kan banyak mm.. ” jawabku.

Mendadak, tok.. tok.. tok. Pintu depan ada yang mengetuk. Wah berabe nih. Tindakan liarku juga berhenti mendadak.
“Sst ada tamu Mbak”, bisikku.
“Cepat kau sembunyi ke dalam”, kata Mbak Sus sembari mengatur bajunya yang agak berantakan.

Saya selekasnya masuk kedalam kamar Mbak Sus. Untung kaca jendela depan yang lebar-lebar rayban semuanya, hingga dari luar tidak lihat kedalam. Hingga di kamar berbau harum itu saya duduk di pinggir ranjang. Penisku tegak menekan celana pendekku yang kukenakan.

Sialan, baru asik ada yang mengganggu. Kudengar nada pintu di buka. Mbak Sus bicara sebagian patah kata dengan seseorang tamu bertemura lelaki. Tidaklah sampai dua menit Mbak Sus menyusul masuk kamar sesudah tutup pintu depan.

“Siapa Mbak? ”
“Tukang koran menagih rekening. ”
“Wah mengganggu saja itu orang. Baru nikmat-nikmat.. ”
“Sudahlah”, tuturnya sembari mendekati saya.

Tanpa ada sungkan-sungkan Mbak Sus mencium bibirku. Lantas tangannya menyentuh celanaku yang menonjol karena penisku yang ereksi maksimum, meremas-remasnya sebagian waktu. Begitu lembut ciumannya, walau masih tetap polos.

Saya selekasnya menjulurkan lidahku, memainkan di rongga mulutnya. Lidahnya kubelit hingga dia seperti akan tersedak. Awal mulanya Mbak Sus seperti juga akan memberontak serta melepas diri, tapi tidak kubiarkan. Mulutku seperti menempel di mulutnya.

Lama-lama dia pada akhirnya dia dapat nikmati serta mulai menirukan style permainan ciuman yang dengan tidak sadar barusan kuajarkan.

“Uh anda pengalaman sekali ya. Sama siapa? Pacarmu? ” tanyanya diantara kecipak ciuman yang membara serta mulai liar.
Saya tidak menjawab. Tanganku mulai mempermainkan ke-2 payudaranya yang terlihat menggairahkan itu. Agar tidak merepotkan, kausnya kulepas.

Saat ini dia telanjang dada. Tidak senang, selekasnya kupelorotkan rok bawahnya. Nah saat ini dia telanjang bulat. Begitu bagus badannya. Padat, kencang, serta putih mulus.

“Nggak adil. Anda harus juga telanjang. ” Mbak Sus juga menanggalkan kaus, celana pendek, serta paling akhir celana dalamku. Penisku yang tegak penuh selekasnya diremas-remasnya. Tanpa ada dikomando kami rebah ke ranjang, berguling-guling, sama-sama menindih.

“Mbak ingin saya oral sekali lagi? ” tanyaku.
Mbak Sus cuma tersenyum. Saya menunduk ke selangkangannya mencari-cari pangkal kesenangan kepunyaannya. Tanpa ada ampun sekali lagi mulut serta lidahku menyerang daerah itu dengan liar.

Mbak Sus mulai keluarkan jeritan-jeritan tertahan menahan nikmat. Terlihat dia temukan pengalaman baru yang membius gairahnya. Nyaris lima menit kami nikmati permainan itu. Setelah itu saya merangkak naik. Menyorongkan penisku ke mulutnya.

“Gantian dong, Mbak”
“Apa muat segede itu.. ”

Tanpa ada menanti jawabannya selekasnya kumasukkan penisku ke mulutnya yang mungil. Awal mulanya agak kesusahan, namun lama-lama dia dapat beradaptasi hingga tidak lama penisku masuk rongga mulutnya. Lihat Mbak Sus agak tersiksa oleh style permainan baru itu, saya juga selekasnya mencabut penisku. Fikirku, kelak lama-lama tentu dapat.

“Sorry ya Mbak”
“Ah kau ini mainnya aneh-aneh. ”
“Justru di situ enaknya, Mbak. Sampai kini Mbak sama suami main seksnya bagaimana? ” tanyaku sembari menciumi payudaranya.
“Ah malu. Kami main konvensional saja kok. ”
“Langsung tusuk demikian tujuannya.. ”

“Nakal kau ini”, tuturnya sembari tangannya mengelus-elus penisku yang tetap masih tegak berdiri.
“Suami Mbak mainnya lama tidak? ”
“Ah.. ” dia tersipu-sipu. Mungkin saja malu untuk mengungkap.
“Pasti Mbak tidak sempat senang ya? ”

Mbak Sus tidak menjawab. Dia jadi menciumi bibirku dengan penuh gairah. Tanganku juga ganti-berganti memainkan ke-2 payudaranya yang kenyal atau selangkangannya yang mulai berair. Saya tahu, wanita itu telah kepengin disetubuhi. Tetapi saya berniat membiarkan dia jadi penasaran sendiri.

Namun lama-lama saya tidak tahan juga. Penisku juga telah menginginkan selekasnya menggenjot vaginanya. Pelan-pelan saya mengarahkan barangku yang kaku serta keras itu ke arah selangkangannya. Saat mulai menembus vaginanya, kurasakan badan Mbak Sus agak gemetar.

“Ohh.. ” desahnya saat sedikit untuk sedikit batang penisku masuk vaginanya.
Sesudah semua barangku masuk, saya selekasnya bergoyang naik turun diatas badannya. Saya semakin terangsang oleh jeritan-jeritan kecil, lenguhan, serta ke-2 payudaranya yang turut bergoyang-goyang.

Tiga menit sesudah kugenjot Mbak Sus menjepitkan ke-2 kakinya ke pinggangku. Pinggulnya dinaikkan. Nampaknya dia juga akan orgasme. Genjotan penisku kutingkatkan.

“Ooo.. ahh.. hmm.. sshh.. ” desahnya dengan badan menggelinjang menahan kesenangan puncak yang diperolehnya.
Kubiarkan dia nikmati orgasmenya sebagian waktu. Kuciumi pipi, dahi, serta semua berwajah yang berkeringat.

“Enak Mbak? ” tanyaku.
“Emmhh.. ”
“Puas Mbak? ”
“Ahh.. ” desahnya.
“Sekarang Mbak berbalik. Menungging. ”

Saya mengatur tubuhnya serta Mbak Sus menurut. Dia saat ini bertumpu pada siku serta kakinya.
“Gaya apa sekali lagi ini? ” tanyanya.
“Ini style anjing. Senggama lewat belakang. Tentu Mbak belum juga sempat. ”

Sesudah siap saya juga mulai menggenjot serta menggoyang dari belakang. Mbak Sus kembali menjerit serta mendesah rasakan kesenangan tidak ada tara yang mungkin saja sampai kini belum juga sempat dia peroleh dari suaminya. Sesudah dia orgasme hingga 2 x, kami istirahat.

“Capek? ” tanyaku.
“Kamu ini aneh-aneh saja. Hingga ingin remuk tulang-tulangku. ”
“Tapi kan nikmat Mbak”, jawabku sembari kembali meremas payudaranya yang menggemaskan.

“Kita teruskan kelak malam saja ya. ”
“Ya deh bila lelah. Tapi tolong lagi, saya pengin masuk supaya spermaku keluar. Nih telah tidak tahan sekali lagi penisku. Saat ini Mbak yang di atas”, kataku sembari mengatur tempatnya.

Saya terletang serta dia menempati pinggangku. Tangannya kubimbing supaya memegang penisku masuk ke selangkangannya. Sesudah masuk badannya kunaikturunkan selaras genjotanku dari bawah. Mbak Sus tersentak-sentak ikuti irama goyanganku yang semakin lama semakin cepat.

Di Baca Juga Cerita Unik!!! Alasan Kenapa Pria Menyewa Jasa Kupu-Kupu Malam (PSK)!
Payudaranya yang turut bergoyang-goyang menaikkan gairah nafsuku. Terlebih ditingkah lenguhan serta jeritannya mendekati hingga puncak. Saat dia menjangkau orgasme saya belum juga apa-apa. Tempatnya selekasnya kuubah ke style konvensional.

Mbak Sus kurebahkan serta saya menembaknya dari atas. Mendekati klimaks saya tingkatkan frekwensi serta kecepatan genjotan penisku.

“Oh Mbak.. saya ingin keluar nih ahh.. ”
Selang beberapa saat spermaku muncrat didalam vaginanya. Mbak Sus lalu menyusul menjangkau klimaks. Kami berpelukan erat. Kurasakan vaginanya demikian hangat menjepit penisku. Lima menit lebih kami dalam tempat relaksasi sesuai sama itu.

“Vaginamu masik nikmat Mbak”, bisikku sembari mencium bibir mungilnya.
“Penismu juga nikmat, Dik. ”
“Nanti kita main dengan beberapa macam style sekali lagi. ”
“Ah Mbak memanglah kalah pandai di banding anda. ”

Kami berpelukan, berciuman, serta sama-sama meremas sekali lagi. Seperti tidak bebrapa senang rasakan kesenangan beruntun yang barusan kami rasakan.

“Mbak bila pengin katakan saja ya. ”
“Kamu juga. Bila menginginkan ya segera masuk ke kamar Mbak. Namun sst.. bila cocok aman lo. ”
“Mbak ingin tidak main ramai-ramai? ”
“Maksudmu bagaimana? ”

“Ya umpamanya saya mengajak satu diantara rekan serta kita main bertiga. Dua lawan satu. Soalnya Mbak tidak cukup bila hanya dilayani satu cowok. ”
“Ah anda ini ada-ada saja. Malu ah.. ”
“Tapi ingin coba kan? ”

Mbak Sus tidak menjawab. Dia jadi lalu menciumi serta menggumuli saya habis-habisan. Ya saya terangsang sekali lagi jadinya. Ya penisku tegak sekali lagi. Ya pada akhirnya saya harus menggenjot serta menembaknya hingga dia orgasme sekian kali. Ah Mbak Sus, Mbak Sus.
“ Janganlah kak, saya masih tetap perawan! ”, Nah inilah! saya membujuk Vina dengan rayuan-rayuan manis. Vina terdiam pasrah. Saya tusuk penis saya yang besar itu yang panjangnya 16 cm serta diameter 5 cm ke vaginanya yang kecil sempit tanpa ada bulu itu! Susah sekali awalannya tapi saya tidak menyerah.

Saya lebarkan ke-2 kakinya sampai ia begitu mengangkang serta vaginanya sedikit terbuka sekali lagi, saya hentakkan dengan kuat pantat saya serta pada akhirnya kepala penis saya yang besar itu berhasil menerobos vaginanya!

Vina mencakar tangan saya sembari berkata “ sakitttt!!! ” saya tidak perduli sekali lagi dengan rintihan serta tangisan Vina! Telah sepertiga penis saya yang masuk. Saya dorong-dorong sekali lagi penis saya kedalam lobang vaginanya serta pada akhirnya amblas semuanya! Serta seperti permainan seks biasanya, saya tarik-dorong, tarik-dorong, tarik-dorong, terus-menerus!

Vina pejamkan matanya sembari menggigit bibirnya. Tangan saya tidak tinggal diam, saya remas ke-2 buah dadanya dengan begitu kuat sampai ia kesakitan serta saya tarik-tarik pentilnya yang kuning kecoklatan itu kuat-kuat! Saya memainkan irama cepat saat penis saya menghujam vaginanya.

Baru 5 menit saya rasakan cairan hangat membasahi penis saya, tentu ia menjangkau puncak kenikatannya. Sesudah bermain 15 menit lamanya, saya rasakan sudah menjangkau puncak kesenangan, saya tumpahkan air mani saya dalam vaginanya sampai tumpah ruah. Saya senang sekali! Saya peluk Vina serta mencium bibir, kening serta lehernya. Saya tarik penis saya serta saya lihat ada cairan darah di sprei kasurnya. Habislah keperawanannya!.

Kemudian saya segera kenakan pakaian karna takut ketahuan. Saya ambillah uang 300. 000 rupiah dari saku saya serta saya beri ke Vina,

Dibaca Juga Cerita Unik!!! Inilah Beberapa Boneka Seks Paling Realistis Dan Canggih Di Dunia
“ Vina, ini untuk uang jajanmu, janganlah katakan ke siapapun juga yah “, Vina cuma terdiam saja sembari menundukkan kepala serta menutupi ke-2 buah dadanya dengan bantal. Saya segera keluar kamar serta menanti saja dimuka pintu masuk.

Sekitaran 10 menit lalu Heru serta Arman turun sembari menggotong lukisan serta patung. Nyatanya mereka transaksinya tidak cuma lukisan serta patung saja tapi termasuk juga barang-barang antik yang lain. Pantasan saja mereka lama!

Pada akhirnya saya serta Arman permisi ke Heru serta ke ke-2 satpam itu. Kami pergi meninggalkan tempat tinggal itu. Arman senang dengan transaksinya serta saya senang sudah merenggut keperawanan adik Heru.

Related Post