Cerita Sex

Mesum Bersama Gadis Sekolah SMA

Kisahku ini yaitu peristiwa riil tanpa ada saya rekayasa sedikitpun!. Kisahku berawal satu tahun waktu lalu saat rekanku (Arman) mengajakku temaninya transaksi dengan rekannya (Heru). Saya terangkan saja tentang ke-2 orang itu terlebih dulu.

Cerita Bokep – Mesum Bersama Gadis Sekolah SMA

Arman yaitu rekan kuliahku serta dia seseorang yang rajin serta ulet termasuk juga dalam soal melakukan bisnis meskipun dia masih tetap kuliah. Heru yaitu rekan kenalannya yang seseorang anak bekas pejabat tinggi yang kaya raya (saya tidak paham apakah kekayaan orang tuanya halal atau hasil korupsi! ).

Februari 2016 waktu lalu Heru tawarkan sebagian koleksi lukisan serta patung (Heru sudah tahu tentang usaha Arman terlebih dulu) punya orang tuanya pada Arman, koleksi lukisan serta patung itu berumur tua. Arman tertarik tapi dia memerlukan kendaraan saya karna kendaraannya tengah digunakan untuk mengangkut almari ke Bintaro, oleh karenanya Arman mengajak saya turut serta saya juga sepakat saja.

Baca Juga: NGESEKS DENGAN ADIK TIRI

Butuh saya terangkan terlebih dulu, Heru jual koleksi lukisan serta patung itu, oleh Arman diprediksikan membelinya karna Heru seseorang pecandu putaw serta memerlukan uang penambahan.

– Esok harinya (hari Minggu), saya serta Arman pergi menuju tempat tinggal Heru di lokasi Depok. Setelah tiba dimuka pintu gerbang 2 orang satpam jalan ke arah kami serta bertanya maksud kehadiran kami.

Sesudah kami terangkan, mereka mengijinkan kami masuk serta mereka menghubungi Heru lewat telepon. Saya memarkir kendaraan saya serta saya kagum pada halaman serta tempat tinggal Heru yang sangat luas serta indah,

“ Begitu kayanya orangtua Heru” bisik dalam hatiku. Kami mesti menanti sebentar karna Heru tengah makan.

Sembari menanti, kami bicara dengan satpam. Dalam perbincangan itu, seseorang satpam bercerita bila Heru itu seseorang playboy serta sukai membawa wanita malam-malam ke tempat tinggalnya saat orang tuanya tengah pergi. Sesudah menanti selang 10 menit, pada akhirnya Heru datang (saya yang baru pertama kalinya memandangnya mesti mengaku kalau Heru mempunyai muka yang sangat rupawan, walaupun saya juga seseorang lelaki serta bukanlah seseorang homo! ). Arman mengenalkan saya dengan Heru. Kemudian Heru mengajak Arman masuk ke tempat tinggal untuk lihat patung serta lukisan yang juga akan di jualnya.

– Saya bingung apakah saya mesti ikuti mereka atau tetaplah duduk di pos satpam. Sesudah mereka jalan sekitaran 15 mtr. dari saya, seseorang satpam menyebutkan baiknya anda (saya) turut mereka saja dari pada jemu menanti disini (pos satpam). Saya juga jalan menuju tempat tinggalnya. Saat saya masuk, saya tidak lihat mereka sekali lagi.

Saya cuma lihat satu ruang yang luas sekali dengan satu tangga serta sebagian pintu ruang. Saya bingung apakah saya baiknya naik ke tangga atau mengelilingi ruang itu (sesungguhnya mungkin saya teriak menyebut nama Arman atau Heru tapi aksi itu begitu tidak sopan! ).

Pada akhirnya saya mengambil keputusan untuk mengelilingi ruang itu dengan keinginan bisa menjumpai mereka. Sesudah saya mengelilingi, saya tetaplah tidak bisa temukan mereka. Tapi saya lihat satu pintu kamar yang pintunya sedikit terbuka.

Saya menduga mungkin saja saja mereka ada didalam kamar itu. Lantas saya buka sedikit untuk sedikit pintu itu serta begitu terkejutnya saya saat saya lihat seseorang anak wanita tengah tertidur dengan daster yang tidak tebal serta cuma menutupi sisi atas serta sisi selangkangannya.

Basic otak saya yang telah kotor lihat panorama paha yang indah, pada akhirnya saya masuk kedalam kamar itu serta tutup pintu itu. Saya lihat seputar kamar itu, kamar yang luas serta indah, sebagian helai baju SMP berantakan ditempat tidur, serta photo anak itu dengan Heru serta seseorang lelaki tua serta wanita tua (mungkin saja photo orang tuanya).

– Anak wanita yang begitu cantik, manis serta kuning langsat! lantas saya mengambil langkah lebih dekat sekali lagi, saya lihat sebagian buku pelajaran sekolah serta tulisan namanya : Vina kelas 10 C. Masih tetap kelas 10! bermakna usianya baru pada 15-16 th.. Lantas saya fokus pandangan saya ke arah pahanya yang kuning langsat serta indah itu!.

ngin rasa-rasanya menjamah paha itu tapi saya sangsi serta takut. Saya menambah pandangan saya ke arah dadanya serta lihat cetakan pentil susu di helai dasternya itu. Dadanya masih tetap kecil serta ranum serta saya ketahui dia tentu tidak menggunakan baju dalam (BH atau kutang) dibalik dasternya itu!.

Berwajah begitu imut, cantik serta manis! Pada akhirnya saya membulatkan tekad meraba pahanya serta mengelusnya, astaga…. mulus sekali! Lantas saya menambah sedikit sekali lagi dasternya serta terlihatlah satu celana dalam (CD) warna putih. Saya meraba CD anak itu serta menarik sedikit karet CDnya, lantas saya mengintip kedalam, ….

– Astaga! tak ada bulunya! Jantung saya berdetak kencang sekali serta keringat dingin mengalir deras dari badan saya. Lantas saya mencium Cdnya, tak ada bau yang tercium. Lantas saya menarik sedikit sekali lagi dasternya ke atas serta terlihatlah perut serta pinggul yang ramping padat serta mulus sekali tidak ada kotoran di pusarnya! Mengagumkan!

Otak porno saya juga begitu kreatif juga, saya membulatkan tekad untuk menarik perlahan tali dasternya itu, sedikit-seditkit terlihatlah beberapa dadanya yang mulus serta putih! menginginkan rasa-rasanya segera memegangnya, tapi saya bersabar, lantas saya menarik sekali lagi tali dasternya ke bawah serta pada akhirnya terlihatlah pentil Vina yang bewarna pink kecoklatan!

Jantung saya kesempatan ini merasa berhenti! Sayapun terasa badan saya jadi kaku. Jari sayapun mencolek pentilnya serta memencet dengan lembut payudaranya. Saya melakukankan dengan lembut, perlahan-lahan serta sedikit lama juga, sesaat Vina sendiri masih tetap tertidur nyenyak. Sesudah senang, saya menjilat serta mengulum pentilnya, merasa tawar.

Basic otakku yang telah hilang ingatan, saya juga nekat menarik semua dasternya perlahan-lahan kearah bawah hingga terlepas, hingga Vina saat ini cuma kenakan celana dalam (CD) saja! Saya memandangi badan Vina dengan penuh rasa mengagumi akan. Mendadak Vina sedikit bergerak, saya sangka ia terbangun, nyatanya tidak, mungkin saja tengah mimpi saja.

– Saya mengelus badan Vina dari atas sampai pusar/perut. Senang mengelus-elus, saya menginginkan nikmati lebih dari itu! Saya menarik perlahan CD Vina ke arah bawah sampai terlepas. Saat ini Vina sudah telanjang bulat! Begitu indahnya badan Vina ini, gadis kelas 10 SMA yang sangat manis, imut serta cantik dengan buah dada yang kecil serta ranum dan vaginanya yang belumlah ada bulunya sehelaipun!

Lantas saya mengelus bibir vaginanya yang mulus serta lembek serta sayapun menciumnya. Merasa bau yang ciri khas dari vaginanya itu! Dengan ke-2 jari telunjuk saya, saya buka bibir vaginanya dengan perlahan, tampak dalamnya bewarna kemerah –merahan dengan daging di atasnya.

Saya menjulurkan lidah saya ke arah vaginanya serta menjilat-jilat vaginanya itu. Saya deg-degan juga lakukan adegan itu. Saya ketahui aksi saya dapat ketahuan olehnya tapi peristiwa ini susah sekali untuk ditinggalkan demikian saja! Benar sangkaan saya!

Ketika saya tengah asiknya menjilat vaginanya, Vina terbangun! Saya juga terperanjat 1/2 mati! Untung Vina tidak teriak tapi cuma tutup buah-dadanya serta vaginanya dengan ke-2 tangannya. Mukanya terlihat takut juga. Vina lantas berkata

“ Siapa anda, apa yang menginginkan anda kerjakan? ”. Saya segera memutar otak untuk keluar dari kesusahan ini!

– Lantas saya menyebutkan pada Vina : “ Vina, saya lakukan ini karna Heru yang mengijinkannya! ”, kataku yang berbohong. Vina terlihat tidak yakin lantas berkata

“Tidak mungkin saja, Heru kakakku! ”. Pintar juga dia! Tapi saya tidak menyerah demikian saja.

Saya menyebutkan sekali lagi “ Vina, saya ketahui Heru kakakmu tapi dia miliki hutang yang sangat besar pada saya, apakah anda tega lihat kakakmu ikut serta hutang yang sangat besar? Apakah anda tidak kasihan pada Heru?, bila dia tidak melunasi hutangnya, dia dapat dipenjara ” kataku sembari berbohong. Vina terdiam sesaat.

Saya berupaya menentramkan Vina sembari mengelus rambutnya. Vina tetaplah terdiam. Sayapun dengan lembut menarik tangannya yang menutupi ke-2 buah dadanya. Dia nampaknya pasrah saja serta membiarkan tangannya ditarik oleh saya. Tampak sekali lagi ke-2 buah dadanya yang indah serta ranum itu! Saya mencium pipinya serta berkata

“Saya juga akan senantiasa mencintaimu, yakinlah! ”. Saya merebahkan badannya serta menarik tangannya yang beda yang menutupi vaginanya. Pada akhirnya dia menyerah serta pasrah saja pada saya. Saya tersenyum dalam hati. Saya segera cepat-cepat buka semua baju saya untuk selekasnya menyelesaikan “ pekerjaan “ ini (maklum saja, bila sangat lama, transaksi Heru dengan Arman usai, sayapun dapat ketahuan, ujung-ujungnya saya mungkin terbunuh! ).

– Saya segera mencium mulut Vina dengan rakus. Vina nampaknya belum juga sempat ciuman terlebih dulu karna dia masih tetap kaku. Lantas saya mencium lehernya serta turun ke arah buah dadanya. Saya menyedot ke-2 buah dadanya dengan kencang serta rakus serta meremas-remas ke-2 buah dadanya dengan begitu kuat, Vina nampaknya kesakitan dengan juga remasan saya itu, Sayapun menarik-narik ke-2 pentilnya dengan kuat!

“Sakit kak “ kata Vina. Saya tak akan mendengar rintihan Vina. Saya mengulum serta menggigit pentil Vina sekali lagi sembari tangan kanan saya meremas kuat pantat Vina. Sesudah senang, saya membalikkan tubuh Vina hingga Vina tengkurap.

Saya jilat semua punggung Vina hingga ke pantatnya. Saya remas pantat Vina kuat-kuat serta saya buka pantatnya sampai tampak anusnya yang bersih serta indah. Saya jilat anus Vina, merasa asin sedikit! Dengan jari telunjuk saya, saya tusuk-tusuk anusnya, Vina terlihat merintih atas aksi saya itu.

Saya angkat pantat Vina, saya remas sisi vagina Vina sembari ia nungging (tempat saya di belakang Vina). Vina telah seperti boneka mainan saya saja!. Sesudah senang, saya balikkan sekali lagi badan Vina hingga ia terlentang, saya naik ke atas kepala Vina serta menyodorkan penis saya ke mulut Vina.

“ Jilat serta kulum! ” kataku. Vina sangsi juga awal mulanya, tapi saya selalu membujuknya serta pada akhirnya ia menjilat juga.

Penis saya merasa enak serta geli juga dijilat olehnya, seperti anak kecil yang menjilat permen lolipopnya.

“Kulum! ” kataku, dia lantas mengulumnya. Saya dorong pantat saya hingga penis saya masuk lebih dalam sekali lagi, nampaknya dia seperti ingin muntah karna penis saya menyentuh kerongkongannya serta mulutnya yang kecil terlihat susah menelan beberapa penis saya hingga ia susah bernapas juga. Sembari ia mengulum penis saya, tangan kanan saya meremas kuat-kuat payudaranya yang kiri sampai tampak sisa merah di payudaranya.

– Saya segera melepas kuluman itu serta menuju ke vaginanya. Saya jilat vaginanya sepuas mungkin saja, lidah saya menusuk vaginanya yang merah pink itu lebih dalam, Vina menggerak-gerakkan pantatnya kiri-kanan, atas-bawah, tak tahu karna kegelian atau mungking ia menikmatinya juga. Sembari menjilat vaginanya, ke-2 tangan saya meremas-remas pantatnya.

Pada akhirnya saya menginginkan menjebol vaginanya. Saya naik ke atas badan Vina, saya sodorkan penis saya ke arah vaginanya. Vina terlihat ketakutan juga,

“ Janganlah kak, saya masih tetap perawan! ”, Nah inilah! saya membujuk Vina dengan rayuan-rayuan manis. Vina terdiam pasrah. Saya tusuk penis saya yang besar itu yang panjangnya 16 cm serta diameter 5 cm ke vaginanya yang kecil sempit tanpa ada bulu itu! Susah sekali awalannya tapi saya tidak menyerah.

Saya lebarkan ke-2 kakinya sampai ia begitu mengangkang serta vaginanya sedikit terbuka sekali lagi, saya hentakkan dengan kuat pantat saya serta pada akhirnya kepala penis saya yang besar itu berhasil menerobos vaginanya!

Vina mencakar tangan saya sembari berkata “ sakitttt!!! ” saya tidak perduli sekali lagi dengan rintihan serta tangisan Vina! Telah sepertiga penis saya yang masuk. Saya dorong-dorong sekali lagi penis saya kedalam lobang vaginanya serta pada akhirnya amblas semuanya! Serta seperti permainan seks biasanya, saya tarik-dorong, tarik-dorong, tarik-dorong, terus-menerus!

– Vina pejamkan matanya sembari menggigit bibirnya. Tangan saya tidak tinggal diam, saya remas ke-2 buah dadanya dengan begitu kuat sampai ia kesakitan serta saya tarik-tarik pentilnya yang kuning kecoklatan itu kuat-kuat! Saya memainkan irama cepat saat penis saya menghujam vaginanya.

Baru 5 menit saya rasakan cairan hangat membasahi penis saya, tentu ia menjangkau puncak kenikatannya. Sesudah bermain 15 menit lamanya, saya rasakan sudah menjangkau puncak kesenangan, saya tumpahkan air mani saya dalam vaginanya sampai tumpah ruah. Saya senang sekali! Saya peluk Vina serta mencium bibir, kening serta lehernya. Saya tarik penis saya serta saya lihat ada cairan darah di sprei kasurnya. Habislah keperawanannya!.

Kemudian saya segera kenakan pakaian karna takut ketahuan. Saya ambillah uang 300. 000 rupiah dari saku saya serta saya beri ke Vina,

Dibaca Juga Cerita Unik!!! Inilah Beberapa Boneka Seks Paling Realistis Dan Canggih Di Dunia
“ Vina, ini untuk uang jajanmu, janganlah katakan ke siapapun juga yah “, Vina cuma terdiam saja sembari menundukkan kepala serta menutupi ke-2 buah dadanya dengan bantal. Saya segera keluar kamar serta menanti saja dimuka pintu masuk.

– Sekitaran 10 menit lalu Heru serta Arman turun sembari menggotong lukisan serta patung. Nyatanya mereka transaksinya tidak cuma lukisan serta patung saja tapi termasuk juga barang-barang antik yang lain. Pantasan saja mereka lama!

Pada akhirnya saya serta Arman permisi ke Heru serta ke ke-2 satpam itu. Kami pergi meninggalkan tempat tinggal itu. Arman senang dengan transaksinya serta saya senang sudah merenggut keperawanan adik Heru.

Related Post