Cerita Sex

NaomiStory – Rama & Shinta – Part V

Dag Dig Dug, jantung Rama berdegub kencang, matanya tak berkedip, wajahnya tak mampu berpaling ketika melihat paha yg begitu mulus dgn rok yg sedikit tersingkap memperlihatkan pembatas antara paha dan pantat Naomi. Pandangan itu terjadi lumayan lama hingga terbuyar karena Naomi membalikkan badannya. Rama agak sedikit salah tingkah, lalu mengambil pakaian dari tas ranselnya kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Rama menyalakan shower air hangat kemudian mulai mandi.

Rama kembali membayangkan Naomi di tengah guyuran air hangat. Paha yg begitu indah tampak begitu jelas di depan matanya, serasa memanggil dan meminta untuk dielus. Benar2 putih dan lembut. Tiba2 penisnya menegang, karena membayangkan keindahan yg baru saja dilihatnya. Tanpa tersadar Rama mulai memegang “adik kecilnya”, kemudian meremasnya dan mulai mengocoknya perlahan. Guyuran air hangat menambah syahdunya suasana. Rasanya begitu nikmat, hingga mata Rama terpejam sambil membayangkan tubuh polos Naomi yg saat ini sedang tiduran.

Ahhhh, nikmatnya mendesir hingga ke kepala, “Ramaaa, masih lama gak”, tiba2 Naomi berteriak memanggil Rama. Konsentrasinya buyar, kocokannya berhenti. “Iyaa, ntar lagi”, jawab Rama yg kemudian mempercepat mandinya, lalu memakai handuk, mengenakan pakaian kemudian kembali ke kamar. Naomi yg sudah menunggu Rama tiba2 lari ke dalam kamar mandi tanpa ngomong apa2. Kali aja dia lagi kebelet.

Rama berdiri sebentar, dan kemudian melihat ada yg aneh, yaaa, trnyata tidak ada sofa di kamar hotel ini, yg ada hanyalah 2 buah kursi kecil, kemudian dia berpikir harus tidur dimana malam ini? Tidak mau ambil pusing, Rama mengambil bed cover kemudian dijadikan alas di lantai hotel dan mengambil sebuah bantal lalu berbaring di lantai beralaskan bed cover sambil menonton TV. Tak lama kemudian Naomi keluar dari kamar mandi lalu kembali berbaring di kasur. “Rama, ngapain disitu?” tanya Naomi, “Iya nih, gk ada sofa trnyata, gpp aku di sini aja”, jawab Rama, “Ih, jgn tidur di lantai, ntar sakit”, kata Naomi sedikit perhatian, “Udah gpp, nih aku pake bed cover jadi alasnya”, jawab Rama.

Baca Juga: Kisah Bokep Dengan Suster Yang Sudah Janda

Kemudian Naomi kembali tiduran dan memakai selimut yg dibawa dari rumahnya. Dia masih mengenakan pakaian yg sama sejak tadi. Dia tidur membelakangi Rama, dan Rama sedang asik nonton TV. Tak lama kemudian mata Rama menjadi berat. Kantuk menyerangnya secara tiba2 hingga mengaburkan pandangan dan akhirnya ia pun tertidur. Suara TV masih terdengar sayup2 karena lupa dimatikan. Acara berganti dan terus berganti, lalu terdengar suara sebuah lagu yg begitu romantis.

Let me photograph you in this light
In case it is the last time
That we might be exactly like we were
Before we realized

Biarkan aku memotretmu dalam cahaya ini, dalam kejadian inilah yang terakhir kali, mungkin kita sama seperti kita dulu, sebelum kita sadari. Lagu yg dinyanyikan oleh Adele dgn suara yg begitu khas, masuk dari telinga Rama kemudian dikirim ke otak dan menyambutnya di alam mimpi.

Suara lagu, terus menari di alam mimpi, terdengar makin dalam, makin nyata hingga akhirnya Rama terbangun. Ternyata lagu itu sedang diputar di TV, Rama melihat ke arah Naomi, trnyata dia sedang bersandar pada bantal dan guling yg ditumpuk. Selimut menutupi setengah badan ke bawah, sementara itu matanya fokus pada penampilan Adele di TV. “Kok belum tidur?”, tanya Rama, “Belum bisa tidur”, jawab Naomi. Lalu Rama kembali berbaring. “Rama, kmu tidur aja di atas sini, masih luas kok tempatnya”, kata Naomi. Kemudian Rama pun duduk, kemudian menopang tubuhnya dgn kedua tangannya lalu berdiri, mengambil bed cover yg dijadikan alas tidurnya dan kemudian melipatnya kembali.

Rama naik ke atas kasur dan tiduran di tepi kasur. Baru saja berbaring, Naomi membetulkan posisi bantalnya, kemudian menarik selimut hingga ke leher dan kembali membalikkan badan membelakangi Rama dan kemudian tiduran kembali. TV masih dibiarkan menyala namun dgn volume yg sudah dikecilkan. MTV selalu menyiarkan lagu2 Barat Romantic yg membawa suasana malam ini menjadi begitu berkesan.

Cahaya lampu sudah diredupkan melalui remote otomatis yg ada di atas kasur. Kini giliran Rama yg tidak bisa tidur, matanya terfokus pada layar TV, namun hati dan pikirannya melayang ke gadis di sebelahnya. Gadis ini, ingin dipeluknya, perasaan dan tindakan yg benar2 bertolak belakang membuat nafas Rama menjadi tidak beraturan. Inilah yg dinamakan cobaan, saat gadis pujaannya berada di sampingnya namun tak kuasa ia memeluknya.

Hampir satu jam Rama terjaga melihat layar TV dgn acara yg sudah berganti2. Sesekali matanya melirik ke arah Naomi. Hasrat yg menggebu2 tertahan hingga ke dada, membuat jantungnya berdegub kencang. Sejatinya ini bukanlah hasrat cinta, melainkan sebuah nafsu yg manusiawi. Nafas Naomi begitu teratur, menandakan bahwa sebenarnya dia juga sedang terjaga. Dinginnya AC tidak mempan di tubuh Rama karena panasnya hasrat yg menggelora malah membuatnya berkeringat. “Dingin”, tiba2 suara itu terdengar begitu sayu dari mulut Naomi. “Yaa?”, kata Rama dgn nada yg rendah pula, “Dingiiin”, kembali kata Naomi.

Naomi sudah mengenakan selimut, namun masih kedinginan, “ACnya aku matiin?” tanya Rama, “Jangan”, kata Naomi kembali, sambil berselimut dan membelakangi Rama. Perkataan yg sungguh membingungkan, kemudian Rama kembali melihat TV tanpa melakukan apa2. “Dingiiiiin”, tiba2 Naomi kembali bersuara, namun kali ini agak sedikit lebih keras dan panjang dari sebelumnya. Rama kebingungan apa yg harus dilakukannya, dia tidak ingin gadis yg dicintainya kedinginan. “Aku peluk ya?”, tanya Rama sedikit berspekulasi. Tidak ada jawaban secara verbal dari mulut Naomi, yg ada hanyalah sebuah anggukan kecil dari kepalanya menandakan bahwa ia setuju.

Dgn detak jantung yg begitu kencang Rama bergerak dgn perlahan dan lembut mendekati Naomi. Kemudian mulai menaruh tangannya di pinggang Naomi kemudian memeluknya dgn lembut. Mereka pernah berpelukan sebelumnya, namun kali ini Rama begitu grogi karena tidak ingin menyakiti gadis pujaannya tersebut.

Malam makin larut, namun mereka berdua tetap terjaga, sama2 berhasrat, namun sama2 gengsi. “Cowok macam apa kamu? Jangan goblok deh”, “Inget, kamu tidak boleh melakukan itu..”, tiba2 2 pola pikir yg saling berlawanan sedang bertempur berusaha meyakinkan Rama mencoba mendiktenya apa yg harus dilakukannya. Dgn gagahnya Rama menarik selimut Naomi, lalu kemudian memeluknya dari dalam selimut. Kini mereka berdua berada di dalam selimut, namun saat memeluknya, tanpa sadar Rama menaruh tangannya di posisi yg tidak tepat, ya tepat di dada Naomi.

Rama sempat terkejut setelah merasakan empuknya dada Naomi, Rama ingin memindahkan tangannya namun ternyata tangan Naomi sudah mendekap tangan Rama terlebih dahulu dan malah membiarkannya untuk menyentuh buah dadanya. Tangan Rama merasakan empuknya buah dada Naomi, dan dia terheran karena bagaikan tidak mengenakan BH. Rama menggeser sedikit tangannya, bukan untuk memindahkan tapi hanya ingin mengelus2 buah dada Naomi. Mengetahui kalau Naomi hanya pasrah mendapatkan perlakuan seperti itu, membuat Rama makin berani. Tangan kiri Rama mulai berani mengeksplor gundukan bulat yg ada di dada Naomi tersebut. Dielus2nya permukaan buah dada Naomi hingga akhirnya jarinya menyentuh puting susu Naomi dan sontak saja Rama terkejut, ternyata benar, Naomi tidak mengenakan BH.

Kini tangan Rama sudah menemui tambatannya. Jarinya terfokus memainkan puting susu Naomi yg masih terbungkus kain pakaiannya. Naomi mulai mengeluarkan desahan yg begitu pelan. Suaranya begitu lemah dan sayup2 masuk ke dalam telinga Rama seakan2 memberi isyarat agar dia melakukan hal yg lebih nakal lagi. Rama mulai meremas2 buah dada Naomi dgn pelan, lalu makin mengeras, dan akhirnya dgn keras.

Secara tiba2 Naomi membalikkan tubuhnya hingga kini mereka berhadapan. Nafas berat Naomi tercium, dan aromanya yg begitu khas masuk ke dalam hidung Rama lalu mampir sebentar di hati membasahi bibit2 cinta yg ada di dalamnya. Bibir tipisnya begitu dekat dengan bibir Rama hingga akhirnya saling bersentuhan dan saling menekan. Lidah Rama menyeruak dan berontak ingin keluar dan menerobos bibis tipis milik Naomi hingga kemudian lidah Naomi bertemu dgn lidah Rama. Jilatan penuh nafsu dan liar di mulut mereka benar2 menandakan memuncaknya nafsu.

Air liur Naomi tertelan oleh Rama, menjadikannya sebagai sebuah obat perangsang. Mata mereka berdua saling terpejam menikmati lidah yg saling beradu dan menari. Wajah mereka tampak masih malu2 namun sudah terselimut oleh nafsu, dengan bibir hangat yg saling beradu dan nafas berat yg menderu. Keduanya sudah masuk ke alam penuh hasrat, dikuasai oleh birahi yg telah memuncak. Tangan Rama berusaha mencari celah, ingin menyentuh buah dada Naomi secara lngsung tanpa sekat. Sebuah resleting di belakang leher Naomi dgn cekatan dibuka oleh Rama. Ditarik ke bawah, hingga benar2 bawah.

Kini Rama dgn leluasa dpt memelorotkan gaun Naomi. Hanya mengenakan satu tangan saja, gaunnya sudah melorot hingga buah dada Naomi menyembul keluar. Naomi menyudahi ciumannya, lalu mereka saling pandang, seakan2 memberi isyarat bahwa mereka telah siap untuk saling memuaskan.

Tangan Rama dgn perlahan mengelus2 punggung mulus milik Naomi. Tangannya begitu nakal bermain di punggung hingga kemudian menuju bagian depan dan akhirnya menyentuh payudara Naomi. Remasan Rama pada buah dada Naomi terasa lebih keras dari yg sebelumnya. Jarinya bermain di puting susu yg sudah mengeras itu. Melihat bibir Naomi sedikit menganga, lidah Rama tak mau tinggal diam. Lidahnya menerobos ke dalam bibir Naomi, diikuti oleh jilatan penuh nafsu di dalam mulutnya.

Tangan Naomi yg sedari tadi begitu menahan diri kini terlepas bebas dikendalikan oleh hasrat dalam dirinya. Tangannya memegang penis Rama yg sudah mengeras dari balik celana kolornya. Seakan2 tidak cukup, Naomi mencoba menyelipkan tangannya melalui celah celana yg dipakai Rama pada bagian atasnya, masuk ke dalam, menembus batas hingga akhirnya berhasil menyelinap ke dalam. Tangan lembut Naomi menyentuh batang kemaluan Rama, membuat matanya terpejam, tak kuasa menahan nikmat yg begitu luar biasa ketika kejantanannya disentuh oleh tangan halus seorang gadis cantik yg selalu hadir dalam mimpinya.

Remasan dan kocokan yg begitu lembut dari tangan Naomi membuat Rama menjadi tergila2. Jilatan yg lembut kini berubah menjadi liar dan nakal di dalam mulut Naomi. Tangan Rama yg semula sopan dan teratur meremas payudara Naomi kini berubah menjadi brutal dan kasar, seiring dgn nafsu yg makin memuncak akibat kocokan lembut dari tangan Naomi.

Merasa tidak bebas, tangan Naomi dgn lihai memelorotkan celana kolor Rama. Mulanya menggunakan tangan, kemudian kaki Naomi ikut membantu memelorotkan celana Rama. Lidah mereka masih sibuk saling melilit satu sama lain. Nafas berat yg menderu dan desahan yg lembut keluar dari mulut keduanya. Tangan Rama yg nakal mengeksplor seluruh buah dada Naomi dan sesekali berhenti untuk mencubit puting susu yg membuat Naomi sedikit menggelinjang. Batang kemaluan Rama kini berdiri tegak, bebas tanpa ada hambatan, karena celana yg dikenakannya telah terlepas, membuat tangan Naomi bebas menyentuhnya.

Keduanya benar2 dikuasai oleh nafsu, Rama menggoyangkan pinggulnya seirama dgn kocokan lembut dari Naomi. Tangan kanan Rama menopang kepala Naomi yg sedari tadi masih sibuk bermain lidah. Tangan kiri Rama yg mulai jenuh bermain di gundukan bukit yg empuk itu kini mulai turun. Mengangkat rok hingga ke atas dan mulai merasakan lembutnya kulit perut Naomi. Tangan yg nakal dan telah dikuasai oleh nafsu itu semakin turun, menyentuh dan mengelus celana dalam milik Naomi. Semua itu dilakukan dari dalam selimut, karena keduanya masih malu memperlihatkan keindahan alat kelamin mereka.

Ketika tangan Rama menemui sebuah sela2 seperti lembah kecil di tengah2 gundukan daging pada liang kewanitaannya, disitulah jarinya mulai bergerak manja, menyelip di sela2 itu dan mulai menggeseknya secara perlahan menghasilkan desahan dari mulut Naomi yg masih tertahan karena mulutnya masih sibuk dalam mengimbangi nakalnya lidah Rama.

Seakan2 ingin membalas perbuatan Naomi, kini Rama mulai berani menarik dan memelorotkan cd yg dikenakan Naomi, terus ke bawah hingga akhirnya dgn sedikit bantuan oleh kaki Naomi kemudian terlepas sepenuhnya. Jari Rama benar2 dimanjakan oleh hangatnya liang kewanitaan Naomi yg lembab dan sedikit berbulu itu. Permainan jarinya yg lihai membuat cairan kenikmatan Naomi meluber keluar, membasahi dinding2 vaginanya, hingga membuat licin dan dgn mudah jari Rama memainkannya.

Permainan yg sungguh penuh nafsu dan kenikmatan. Kini Naomi mulai menggoyangkan pantatnya, mengikuti irama kocokan jari Rama di sela2 kewanitaan Naomi, Rama pun bergoyang mengikuti irama kocokan tangan Naomi di batang kemaluan Rama. Mereka berdua saling bergoyang dan menikmati permainan tangan pasangan mereka. Goyangannya makin berirama dan makin dahsyat seiring dgn desahan yg keluar. Ciuman mereka berdua telah terlepas, berganti dgn tatapan mata yg penuh hasrat. Tatapan sayu dari mata Naomi yg sedang dikuasai oleh nafsu menatap tajam ke mata Rama, menumbuhkan gairah keduanya.

Dgn sigap Naomi melepas kocokannya, kemudian menopang tubuhnya dgn tangan kiri kemudian duduk. Secara perlahan Naomi membuka selimut yg menutupi keduanya hingga akhirnya terbuka sepenuhnya. Kontol Rama yg berdiri tegak dan agak bengkok ke atas membuat Naomi dgn manja mendekatinya. Menciumnya, menggenggamnya perlahan kemudian mulai dimasukkan ke dalam mulutnya.

Desiran nafsu dan kenikmatan yg sungguh kuat akibat gesekan dari bibir Naomi yg begitu lihai bermain di dinding2 kontol Rama terbawa oleh otot2 yg terhubung hingga ke otak, membuat tubuhnya menggelinjang, tak kuasa menahan geli dan nikmat yg sangat. Tangan Rama menyibak rambut Naomi yg menutupi keindahan wajahnya yg sedang naik turun memanjakan kontol yg begitu tegang itu. Mata Naomi melirik ke arah mata Rama sambil terus “menyiksanya” dgn isapan yg sungguh dahsyat.

Rama yg bagaikan seorang budak yg terkekang akibat sudah dikuasai nafsu akhirnya berontak. Rama meraih kaki Naomi kemudian menariknya hingga Naomi paham apa yg dimaksud olehnya. Naomi melepas sebentar isapannya di kontol Rama lalu melebarkan kedua kakinya kemudian menaiki wajah Rama. Pantatnya yg begitu mulus dan lembut dgn kulit putih bersinar kini ada tepat di hadapan Rama, menunggu untuk dijamah oleh lidah nakal milik Rama.

Isapan dari mulut Naomi kembali dirasakan oleh batang kemaluan Rama. Rama menarik kedua paha Naomi hingga akhirnya memeknya yg sungguh indah itu tepat berada di bibir Rama. Diciumnya sesaat, kemudian Rama mulai menjulurkan lidahnya, menjilati labia majora yg masih lembab. Cairan kenikmatan Naomi tersapu bersih tergantikan oleh cairan saliva dari lidah Rama. Gerakan jilatan yg memutar “menghabisi” seluruh bagian labia majora hingga akhirnya mulai menyentuh labia minora. Jilatan yg teratur, membuat Naomi makin menekan pantatnya ke wajah Rama sembari terus mengisap dan sesekali menjilati kontol Rama.

Sesekali lidah Rama bermain nakal dan menyentuh anus Naomi dan membuatnya sedikit menyentak karena geli yg dirasakannya. Setelah puas bermain di tepi area selangkangan Naomi, kini lidah Rama kembali bergerilya. Lubang memek Naomi menjadi sasaran berikutnya. Lidahnya mulai menjilati lubang yg rasanya sedikit asin dan amis itu. Aroma yg sungguh khas, lubang kewanitaan yg begitu terawat. Lidahnya menyapu bersih sela2 memek Naomi hingga tertambat lubang kenikmatannya. Jilatan yg begitu dahsyat hingga akhirnya berhasil menerobos lubang kewanitaan Naomi. Jilatan nakal Rama mendapatkan perlawanan dari Naomi. Dia memundurkan pantatnya, membenamkan wajah Rama agar lidahnya masuk semakin dalam.

Desahan yg mulai berani keluar dari mulut Naomi, sedangkan tangannya masih sibuk mengocok kontol Rama. Hingga tiba2 Naomi terduduk di wajah Rama. Tubuhnya agak sedikit njengking kemudian menggoyangkan pinggulnya menggesekkan memeknya dgn lidah Rama. Kedua tangan Naomi meremas2 payudaranya sendiri. “Ahhhhhh, ahhhhh, Rammmmaaaaa, ahhhhh”, desahan yg tertahan dan begitu panjang, menandakan orgasmenya yg pertama tepat di mulut Rama. Bongkahan pantat Naomi benar2 membenamkan wajah Rama, tubuhnya terus menekan lidah Rama, hingga akhirnya terkulai lemas dan jatuh tak berdaya di atas tubuh Rama.

Pemandangan yg indah ada di depan mata Rama. Bongkahan pantat serta lubang kewanitaan milik Naomi terpampang begitu nyata di depannya. Hanya beberapa saat, Naomi kemudian berdiri mengangkangi tubuh Rama, kemudian berbalik badan, menanggalkan gaun yg dikenakannya kemudian di lempar ke bawah kasur, lalu jongkok dan menggenggam kontol Rama, mengarahkannya ke lubang memeknya dan blessss. Kontol Rama terbenam di dalam lubang memek Naomi yg mendudukinya.

Goyangan naik turun sambil mengangkang dari Naomi benar2 memanjakan Rama. Matanya mendapatkan pemandangan yg sangat indah dari seorang Naomi yg sedang jongkok dalam posisi mengangkang di depannya dan sedang naik turun “melayani” batang kemaluan Rama. Bulu halus yg hanya tersisa sedikit di memek Naomi menyempurnakan pemandangan itu. Wajah Naomi yg begitu sayu dan sesekali memejamkan mata dan sedikit meringis karena merasakan kenikmatan yg sungguh gila. Kedua tangan Naomi terus sibuk memilin2 puting susunya yg berwarna kecoklatan tersebut. Inilah pemandangan terindah di seluruh alam semesta, tiada ada yg kuasa melebihi keindahan dan kenikmatan bercinta.

Goyangan naik turun Naomi makin cepat, tubuh mungil yg energik itu benar2 tak kuasa merasakan kenikmatan yg sudah menjalar di seluruh tubuhnya. Tangan kanan Naomi kini sibuk memainkan klitorisnya sendiri, sementara tangan kirinya meremas2 payudaranya secara bergantian, terkadang yg sebelah kanan dan terkadang yg sebelah kiri. Rama hanya bisa melihat dan menikmati apa yg dilakukan oleh Naomi, merasakan desiran kenikmatan yg sudah hampir mencapai puncak.

Naomi terus bergoyang, guncangan pada payudaranya yg sedang diremasnya sendiri menambah keseksian dirinya. “Ramaaa, ahhhh, aku mau keluar”, kata2 dari mulut Naomi membuat Rama ikut bergerak. Menghentakkan kontolnya mengikuti irama goyangan Naomi hingga “menusuk” makin dalam. Setiap hentakan diikuti oleh desahan yg keras dari Naomi, “Ahhhhh, Rammmaaa.. yg keras, yg keras sayyyyangg..” Desahan dan kata2 yg meracau.

Tangannya benar2 kasar bermain di klitorisnya sendiri, sementara tangan lainnya jg makin kasar meremas dan memainkan putingnya sendiri. Ya itulah Naomi yg sudah dikuasai oleh kenikmatan yg tiada tara. Gesekan dinding vagina Naomi yg licin dan seakan2 berdenyut itu membuat kenikmatan yg dirasakan Rama makin memuncak. Keduanya mendesah hebat, hingga akhirnya Naomi terkulai dan terjatuh di atas tubuh Rama. Mereka saling berpelukan sementara alat kelamin mereka sedang sibuk bahu membahu mengeluarkan cairan kenikmatan pasangannya.

Ciuman dan permainan lidah yg begitu kasar, sudah tak tau lagi bagaimana saling menikmati tubuh ini. “Ahhhhhh Rammmaaa,, yg keras, terussss yg kerass, aku keluar, ahhhhh”, kata Naomi, “Ahhhhh, iya sayang, aku jg”, hentakan yg begitu keras dari Naomi dan hujaman yg begitu keras dari Rama makin menjadikan nikmat yg memuncak bagi keduanya. Keduanya saling tatap, sorot mata tajam dari Naomi disertai oleh lenguhan panjang keduanya. Terus menghujam, dan “Ahhhhhhhh”, teriakan dari mulut Naomi yg terus menatap dalam ke mata Rama, diikuti oleh desahan yg tertahan dari Rama. Crooot croot crooot, berkali2 sperma Rama menyembur saling bertabrakan dgn cairan kenikmatan Naomi yg keluar secara bersamaan. Goyangan mereka berdua makin melemah, namun rasa geli dan sisa2 kenikmatan masih ada di kemaluan mereka berdua. Seakan2 belum puas, mereka masih bergoyang, hingga akhirnya terhenti dgn sendirinya.

Keringat menetes dari dahi Naomi, turun ke pipi dan terjatuh mengenai dagu Rama. Keduanya masih tetap saling memandang. Seakan2 memberi pesan bahwa mereka berdua telah puas dalam pertarungan sengit untuk mencapai kepuasan.

Tubuh Naomi terkulai lemas dan kemudian tiduran di atas tubuh Rama. Kemaluan mereka masih tertancap seolah2 tak ingin dipisahkan. “Kita nginep sehari lagi ya”, tiba2 Naomi berbisik. “Terserah kmu”, jawab Rama sembari memeluk tubuh Naomi dgn erat. Rama menggerakkan bagian bawah tubuhnya, “Jangan dikeluarin, biarin di dalem”, bisik Naomi dgn sangat manja yg protes tidak ingin kontol Rama dicabut dari lubang memeknya, menambah rasa cintanya pada gadis cantik tersebut.

Mereka terus berpelukan. Nafas Rama agak sedikit berat karena ditimpa oleh bidadari kecil ini, namun siapa yg rela menyingkirkan tubuh indah gadis cantik ini? Mereka masih berpelukan, dan keringat mereka bercampur membuat badan mereka agak lengket. Benar2 kenikmatan yg tiada tara dan tidak dapat dilukiskan. Pelukan hangat dari Rama membuat Naomi merasa dimanja, tak kuasa dia melepasnya, pelukan mesra bercampur cinta. “Ohhh bidadari kecilku, teruslah seperti ini”, dalam hati Rama yg penuh harap.

Batang kemaluan Rama menjadi lemas, hingga akhirnya menyeruak keluar dari lubang memek Naomi, diikuti oleh tetesan sperma yg telah menyembur di dalam. “Mandi yuk sayang”, ajak Naomi. Tentunya sebuah ajakan yg tidak mungkin untuk ditolak. Semoga percintaan kali ini, menandakan paripurnanya penantian akan hati yg sudah rindu akan romantisme dan perasaan cinta.

Related Post